
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali melanjutkan tren pelemahan pada pembukaan perdagangan Jumat (22/5). Indeks diperkirakan akan bergerak pada rentang level 5.815 hingga 6.081. Proyeksi ini muncul setelah pada penutupan perdagangan Kamis (21/5), IHSG mencatatkan penurunan signifikan sebesar 223,56 poin atau 3,54 persen ke posisi 6.094,94.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa secara teknikal, posisi IHSG saat ini sudah berada dalam kondisi extremely oversold. Selain itu, indikator RSI juga menunjukkan adanya positive divergence yang menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar.
Nafan menilai bahwa koreksi tajam yang terjadi sebelumnya membuat berbagai saham kini berada di level valuasi yang sangat murah atau deeply undervalued. Kondisi ini berpeluang memicu minat beli selektif dari investor institusi domestik, seperti dana pensiun dan asuransi. Mereka diperkirakan akan melakukan akumulasi bertahap atau bottom fishing untuk memanfaatkan harga diskon pasca-panic selling yang sempat melanda pasar.
Dari sisi eksternal, dinamika geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi sentimen utama yang membayangi pasar modal. Saat ini, para pelaku pasar tengah mencermati laporan mengenai draf akhir perjanjian perdamaian AS-Iran yang dikabarkan telah tercapai berkat bantuan mediasi dari Pakistan.

Perjanjian tersebut dikabarkan mencakup gencatan senjata segera di semua lini, jaminan kebebasan navigasi di wilayah Teluk dan Selat Hormuz, serta rencana dimulainya negosiasi terkait isu-isu yang belum terselesaikan dalam waktu satu minggu ke depan.
Sementara itu, dari ranah domestik, perhatian investor tertuju pada rilis data transaksi berjalan kuartal I 2026. Angka defisit diprediksi hanya akan berada di kisaran USD 0,8 miliar. Menurut Nafan, perkiraan defisit yang minim ini menunjukkan bahwa pasokan valuta asing dari ekspor Indonesia masih sangat kokoh dalam menghadapi beban impor serta pembayaran jasa eksternal.
Mempertimbangkan kondisi pasar tersebut, Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi saham yang layak dicermati hari ini, yakni PGAS, ULTJ, dan WIIM.
Di sisi lain, MNC Sekuritas turut memproyeksikan IHSG akan melemah dan menguji rentang level 5.899 hingga 5.999 pada perdagangan hari ini. Sebagai bagian dari strategi investasi, MNC Sekuritas merekomendasikan para investor untuk memperhatikan saham BBCA, HMSP, PGAS, dan WIIM.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pribadi masing-masing investor. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali melemah setelah mengalami penurunan signifikan pada perdagangan sebelumnya, dengan estimasi pergerakan di kisaran 5.815 hingga 6.081. Secara teknikal, pasar berada dalam kondisi jenuh jual atau extremely oversold, yang memberikan peluang bagi investor institusi untuk melakukan akumulasi saham-saham yang kini dinilai sudah sangat murah.
Sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh dinamika geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta rilis data transaksi berjalan domestik yang diprediksi menunjukkan defisit minim. Dalam merespons kondisi pasar tersebut, Mirae Asset Sekuritas dan MNC Sekuritas memberikan rekomendasi sejumlah saham pilihan, seperti PGAS, WIIM, BBCA, dan HMSP, dengan catatan bahwa keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab masing-masing investor.