JAKARTA – PT Bank Mega Tbk. (MEGA) tengah bersiap untuk sebuah aksi korporasi besar yang akan menggandakan jumlah saham beredar di pasar. Melalui pembagian saham bonus dengan rasio 1:1, perseroan akan mengkapitalisasi sebagian tambahan modal disetor atau yang dikenal sebagai agio saham senilai Rp5,87 triliun. Langkah strategis ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026.
Keputusan Bank Mega untuk membagikan saham bonus ini tidak terlepas dari upaya pemenuhan ketentuan regulasi, khususnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 27/POJK.04/2020 tentang Saham Bonus. Lebih dari sekadar kepatuhan, aksi korporasi ini juga bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan secara signifikan. Di sisi lain, pembagian ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah saham yang dimiliki pemegang saham, yang pada akhirnya akan mendorong likuiditas perdagangan saham di pasar modal, menjadikannya lebih menarik bagi investor.
Saat ini, Bank Mega tercatat memiliki modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 11.740.923.365 saham, dengan nilai nominal Rp500 per saham, atau setara dengan Rp5,87 triliun. Dengan skema saham bonus rasio 1:1, setiap pemegang satu saham lama akan memperoleh satu saham bonus. Ini berarti, perseroan akan menerbitkan 11.740.923.365 saham baru dengan nilai nominal yang sama. Akibatnya, total modal ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat drastis menjadi 23.481.846.730 saham, atau senilai Rp11,74 triliun.
Sumber utama saham bonus ini berasal dari sebagian tambahan modal disetor (agio saham) yang per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp6,34 triliun, berdasarkan laporan keuangan audit. Dari jumlah tersebut, Rp5,87 triliun akan dikapitalisasi menjadi modal saham, menyisakan saldo agio saham sekitar Rp477,02 miliar setelah aksi korporasi ini selesai. Menariknya, meskipun jumlah saham berlipat ganda, struktur kepemilikan saham tidak akan berubah secara persentase, karena pembagian dilakukan secara proporsional sesuai kepemilikan masing-masing pemegang saham.
Data dari Biro Administrasi Efek per 31 Januari 2026 menunjukkan bahwa pemegang saham pengendali, PT Mega Corpora, memiliki 6.812.223.614 saham atau 58,02%. Sementara itu, masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5% memegang 4.928.699.751 saham atau 41,98%. Setelah pembagian saham bonus ini, jumlah saham yang dimiliki oleh setiap pihak akan berlipat ganda, namun komposisi persentase kepemilikan mereka akan tetap sama, memastikan tidak ada dilusi atau perubahan kendali.
Dari perspektif kinerja keuangan, Bank Mega menunjukkan performa yang solid. Per 31 Desember 2025, perseroan membukukan total aset sebesar Rp140,83 triliun, meningkat dari Rp134,91 triliun pada akhir 2024. Kredit yang diberikan mencapai Rp67,23 triliun, sementara simpanan pihak ketiga tercatat sebesar Rp104,13 triliun. Total liabilitas perseroan berada di angka Rp115,75 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp25,07 triliun. Pendapatan bunga bersih mencapai Rp4,92 triliun dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp2,78 triliun. Hasilnya, laba sebelum pajak tercatat Rp4,16 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp3,36 triliun, menunjukkan peningkatan signifikan dari Rp2,63 triliun pada tahun 2024.
Bagi para pemegang saham, informasi jadwal menjadi krusial. Pemegang saham yang berhak menerima saham bonus adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 13 April 2026, sebagai tanggal recording date. Periode cum bonus di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 9 April 2026, sedangkan periode ex bonus akan berlaku mulai 10 April 2026. Untuk pasar tunai, cum bonus berlaku hingga 13 April 2026 dan ex bonus mulai 14 April 2026. Distribusi saham bonus sendiri dijadwalkan pada 30 April 2026.
Penting untuk diketahui bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham dikategorikan sebagai dividen. Oleh karena itu, penerimaan saham bonus ini akan dikenakan ketentuan perpajakan sesuai tarif yang berlaku. Selain itu, harga saham perseroan pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal pendistribusian saham bonus akan disesuaikan secara teoretis oleh bursa, mencerminkan peningkatan jumlah saham beredar pasca aksi korporasi.
Selain agenda persetujuan pembagian saham bonus, RUPS yang akan digelar pada 31 Maret 2026 juga akan membahas perubahan anggaran dasar perseroan sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh. Berikut adalah jadwal pelaksanaan penerbitan saham baru MEGA yang berasal dari Kapitalisasi Tambahan Modal Disetor (Agio):
- Pemberitahuan RUPS dengan agenda rapat dan penjelasan mengenai rencana pembagian saham bonus kepada pemegang saham: 11 Februari 2026.
- Pengumuman RUPS melalui situs web Bursa Efek dan situs web Perseroan: 20 Februari 2026.
- Pengumuman informasi rencana pembagian saham bonus kepada pemegang saham melalui situs web Bursa Efek dan situs web Perseroan: 6 Maret 2026.
- Tanggal daftar pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPS: 9 Maret 2026.
- Tanggal Panggilan RUPS melalui situs web Bursa Efek dan situs web Perseroan: 9 Maret 2026.
- Tambahan Informasi Rencana Pembagian Saham Bonus dari Kapitalisasi Agio Saham (bilamana ada): 9 Maret 2026.
- Pelaksanaan RUPS: 31 Maret 2026.