
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, Indonesia tetap menjadi anggota Board of Peace atau Dewan Perdamaian meski tak menyetor iuran US$ 1 miliar. Ini karena RI dianggap telah berkontribusi dengan mengirim 8.000 pasukan stabilisasi internasional ke Gaza.
Sugiono sekaligus membantah adanya iuran sebagai syarat keanggotan Dewan Perdamaian. Dia mengatakan, Indonesia tak mendapatkan syarat iuran sebagai anggota.
“Dari awal saya bilang, ini bukan iuran keanggotaan, bukan syarat keanggotaan, tidak. Kita sekarang sudah anggota,” ujar Sugiono dalam keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2), seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Sugiono mengatakan, dana US$ 1 miliar digunakan bagi negara yang ingin menjadi anggota permanen. Meski demikian, menurutnya, status ini berbeda dengan keanggotaan biasa yang dimiliki Indonesia.
Berikut serba-serbi pengiriman pasukan ke Gaza:
Bagian dari Kontribusi di Board of Peace
Sugiono menjelaskan, pengiriman pasukan merupakan bagian dari kontribusi Indonesia di Board of Peace atau Dewan Perdamaian. Selain pengiriman pasukan dan dana, ada pula skema kontribusi individu yang disalurkan lewat rekening khusus, terutama lewat Bank Dunia.
Presiden Prabowo hadiri KTT Dewan Perdamaian (ANTARA FOTO/HO-Setpres/hma/wpa.)
Dia menjelaskan, khusus Indonesia, partisipasi akan dilakukan dengan mengirimkan 8.000 pasukan ke Gaza. “Ada yang kirim dana, ada yang kirim pasukan,” katanya.
Tak Terlibat Pelucutan Senjata
Sugiono mengatakan, kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) hanya untuk menjaga masyarakat sipil dan memperlancar arus bantuan kemanusiaan. TNI tak akan terlibat dalam pelucutan senjata Hamas di Gaza.
“Tidak ikut operasi militer, tidak ikut melucuti senjata, dan tidak ikut dalam demiliterisasi,” katanya.
Sudah Lapor Palestina
Sorotan muncul karena keberadaan Board of Peace tak melalui permintaan resmi Palestina. Namun, Sugiono mengatakan, Indonesia sudah melapor ke Palestina mengenai rencana pengiriman pasukan.
Dia mengatakan, Ketua Komite Nasional Administrasi Gaza Ali Shaath hadir dalam pertemuan Dewan Perdamaian. Shaath juga disebutnya sudah mengetahui rencana pengiriman pasukan.
“Kami juga sudah sampaikan syarat nasional (Indonesia),” kata Sugiono.
Makna Status Wakil Komandan
Amerika Serikat mendapuk kontinen Indonesia sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF). Sugiono mengatakan, ini karena Indonesia menjadi salah satu negara pengirim pasukan terbanyak.
“Maka posisi Deputi Operasi ini adalah kehormatan terhadap rekam jejak Indonesia,” katanya.
Dipuji Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji Indonesia karena mengirimkan pasukan ke Gaza untuk stabilisasi. Pujian itu dilontarkan Trump saat membuka pertemuan Dewan Perdamaian di Washington DC, Kamis (19/2).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato di pertemuan Dewan Perdamaian di Washington DC, Kamis (19/2). (Youtube/White House)
Dalam pertemuan perdana itu, Trump mengatakan lima negara telah setuju mengerahkan pasukan sebagai bagian dari stabilisasi internasional di wilayah Gaza. Pujian dilontarkan di depan Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam agenda tersebut.
“Secara khusus kepada Indonesia, terima kasih banyak, negara besar,” kata Trump seperti disiarkan dalam Youtube Gedung Putih, Jumat (20/2) dini hari.
Pengiriman Dalam Waktu Dekat
Presiden Prabowo mengatakan Indonesia berkomitmen menerjunkan delapan ribu pasukan guna mendukung misi Dewan Perdamaian di Gaza. Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers setelah menghadiri pertemuan perdana negara anggota BoP.
Presiden Prabowo hadiri KTT Dewan Perdamaian (ANTARA FOTO/HO-Setpres/hma/wpa.)
“Mungkin kelompok-kelompok advance, tidak lama, mungkin 1-2 bulan ini juga,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.