Ringkasan Berita:
- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gorontalo Utara menggelar rapat koordinasi di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo.
- Pertemuan yang dipimpin oleh Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, ini fokus pada strategi pengendalian harga dan pasokan pangan menjelang Idul Adha 1447 H.
Babaumma – Menyongsong perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gorontalo Utara mengadakan rapat tingkat tinggi atau High Level Meeting (HLM) pada Selasa (5/5/2026). Pertemuan strategis ini berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu. Hadir pula dalam kesempatan itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo beserta jajaran, unsur Forkopimda Kabupaten Gorontalo Utara, perwakilan Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Sekretaris Daerah Gorontalo Utara, pimpinan OPD terkait, Kepala BPS Gorontalo Utara, serta Kepala Bulog Gorontalo.
Agenda utama pertemuan ini adalah membahas optimalisasi stabilitas harga, kecukupan pasokan, hingga kelancaran distribusi pangan guna mengantisipasi lonjakan harga menjelang hari raya. Selain itu, rapat ini menjadi wadah penguatan koordinasi lintas sektor untuk menekan angka inflasi di wilayah Gorontalo Utara selama triwulan kedua tahun 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan HLM ini. Pertemuan ini sangat krusial bagi kami di Gorontalo Utara untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan tenang tanpa terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok,” ungkap Bupati Thariq Modanggu.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara bersama pihak Bank Indonesia dan seluruh instansi terkait berkomitmen untuk terus menjaga daya beli masyarakat agar inflasi tetap berada dalam rentang sasaran yang terkendali.
Sebagai tindak lanjut, berikut adalah lima poin rekomendasi utama hasil pertemuan tersebut:
- Seluruh anggota TPID Gorontalo Utara wajib mendukung OPD terkait dalam melaksanakan operasi pasar atau gerakan pangan murah secara tepat waktu, tepat komoditas, dan tepat sasaran, serta melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional maupun modern.
- OPD terkait harus melakukan pemantauan harga pangan strategis setiap hari melalui aplikasi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SPPKP) guna menjaga ketersediaan stok menjelang Idul Adha.
- Penguatan koordinasi dengan instansi terkait perlu dilakukan untuk meningkatkan akurasi data pasokan kebutuhan pokok, termasuk ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara.
- Melakukan pendataan riil mengenai ketersediaan komoditas strategis langsung di tingkat petani, peternak, dan pelaku usaha sebagai landasan untuk mengambil intervensi kebijakan daerah yang lebih terukur.
- Mendorong sinergi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pemanfaatan produksi lokal, serta memaksimalkan dukungan program G210+ (gerakan 2 ekor kambing, 10 ayam, dan sapi) dan program Agro Mopomulo (gerakan menanam) guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri.
Ringkasan
Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu memimpin rapat High Level Meeting TPID di Kantor Bank Indonesia Provinsi Gorontalo guna mengendalikan inflasi menjelang Idul Adha 1447 H. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga, kecukupan pasokan, serta kelancaran distribusi pangan di wilayah tersebut. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk menekan angka inflasi agar tetap terkendali selama triwulan kedua tahun 2026.
Hasil rapat menyepakati beberapa langkah kunci, termasuk pelaksanaan operasi pasar murah dan pemantauan harga harian melalui aplikasi digital secara rutin. Pemerintah daerah juga akan memperkuat akurasi data stok pangan di tingkat produsen serta mengoptimalkan program lokal untuk mendukung kemandirian pangan masyarakat. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat menjaga daya beli warga agar tidak terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.