
Nilai tukar rupiah menunjukkan performa positif pada perdagangan Rabu (6/5) dengan menguat 0,22% ke level 16.386 per dolar AS. Penguatan mata uang Garuda ini sejalan dengan melemahnya posisi dolar AS di pasar global, yang dipicu oleh sentimen meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Analis Doo Financial, Lukman Leong, menilai bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai progres kesepakatan dengan Iran menjadi katalis positif bagi pasar keuangan. Harapan akan perdamaian di Timur Tengah secara langsung menurunkan minat investor terhadap dolar AS, yang selama ini kerap dijadikan aset aman atau safe haven di tengah ketidakpastian global.
“Rupiah memiliki potensi untuk terus menguat seiring dengan melemahnya dolar AS akibat meningkatnya optimisme akan terciptanya perdamaian di Timur Tengah,” jelas Lukman kepada Katadata, Rabu (6/5).
Data dari Bloomberg mencatat bahwa rupiah membuka perdagangan di level 17.391 per dolar AS, naik 0,18% atau 33 poin. Momentum penguatan tersebut berlanjut hingga pukul 09.30 WIB, di mana rupiah berhasil menanjak ke posisi 17.386 per dolar AS. Lukman sendiri memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah hari ini akan berada dalam rentang Rp17.350 hingga Rp17.450 per dolar AS.
Optimisme pasar ini didukung oleh sinyal yang diberikan oleh Presiden AS Donald Trump terkait adanya kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran. Sebagai wujud nyata dari upaya tersebut, Trump menyatakan kesiapannya untuk menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz.
Langkah ini selaras dengan pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang menyebut bahwa Amerika Serikat telah mencapai target utama dalam kampanye militernya terhadap Iran. Pemerintah AS menegaskan tidak menginginkan eskalasi konflik lebih lanjut, sebuah narasi yang kemudian memberikan sentimen positif bagi stabilitas pasar keuangan dunia, termasuk nilai tukar rupiah.
Ringkasan
Nilai tukar rupiah menguat 0,22% ke level 16.386 per dolar AS pada perdagangan Rabu (6/5). Penguatan ini didorong oleh melemahnya posisi dolar AS di pasar global akibat meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen positif pasar muncul setelah Presiden AS menyatakan adanya progres kesepakatan dengan Iran, yang menurunkan minat investor terhadap aset aman dolar AS. Analis memproyeksikan rupiah akan terus bergerak stabil dalam rentang Rp17.350 hingga Rp17.450 per dolar AS seiring meningkatnya optimisme perdamaian global.