Cadangan beras RI bakal makin berlimpah imbas panen raya mulai Februari 2026

Perum Bulog menunjukkan optimisme tinggi dalam menghadapi target peningkatan serapan cadangan beras pemerintah (CBP) menjadi 4 juta ton pada tahun depan. Keyakinan ini didukung oleh proyeksi penambahan kapasitas gudang beras Bulog yang signifikan, dijadwalkan mencapai tambahan 2 juta ton hingga Februari 2026. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Advertisements

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa pihaknya berencana meningkatkan total kapasitas gudang penyimpanan menjadi sekitar 3 juta ton. Penambahan ini akan direalisasikan melalui dua skema utama: pertama, optimalisasi 100 gudang milik pemerintah yang akan menyediakan kapasitas tambahan 2 juta ton; kedua, penyewaan gudang tambahan dengan kapasitas sekitar 1 juta ton. Hingga saat ini, sudah ada tambahan kapasitas sebesar 942.000 ton, dan sekitar 600.000 ton lainnya siap untuk diperiksa oleh Bulog, menegaskan komitmen mereka untuk mencapai target 2 juta ton kapasitas tambahan pada Februari 2026.

Penjadwalan penambahan kapasitas gudang ini menjadi sangat krusial, terutama dalam mengantisipasi periode Panen Raya 2026 yang diperkirakan berlangsung antara Februari hingga April 2026. Pemerintah telah merencanakan untuk menyerap antara 2 juta hingga 2,5 juta ton beras selama tiga bulan tersebut, menjadikan kesiapan infrastruktur penyimpanan sebagai faktor penentu keberhasilan program stabilisasi pasokan dan harga.

Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, stok cadangan beras pemerintah pada akhir tahun ini tercatat sejumlah 3,3 juta ton. Dengan asumsi tidak ada program bantuan pangan atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang ekstensif, total CBP pada akhir April 2026 diperkirakan dapat mencapai 5,3 juta ton, menunjukkan kapasitas yang kuat untuk menjaga ketersediaan beras.

Advertisements

Selain beras, pemerintah juga menunjukkan komitmen serupa dalam memperkuat cadangan pangan lainnya. Volume target cadangan jagung pemerintah (CJP) ditingkatkan secara dramatis menjadi 1 juta ton, naik lebih dari 21 kali lipat dibandingkan stok CJP akhir tahun ini yang hanya sejumlah 45.272 ton.

Sejalan dengan peningkatan target ini, Rizal juga merencanakan penambahan kapasitas gudang khusus CJP pada tahun depan. Meskipun demikian, penambahan kapasitas gudang Bulog yang dijadwalkan hingga Februari 2026 saat ini diprioritaskan sepenuhnya untuk menampung cadangan beras pemerintah. “Kami baru menambah kapasitas gudang untuk CBP. Kebutuhan penambahan kapasitas gudang untuk cadangan pangan pemerintah lainnya akan kami realisasikan seiring berjalannya waktu,” tegasnya.

Tak hanya beras dan jagung, volume cadangan minyak goreng milik pemerintah juga ditargetkan naik signifikan, hampir 700.000 ton menjadi 750.000 ton pada tahun depan. Ini merupakan lompatan besar mengingat stok akhir cadangan minyak goreng pemerintah pada tahun ini hanya sekitar 11.000 ton, jauh di bawah target minimum pengelolaan 105.000 ton.

Namun, peningkatan volume cadangan minyak goreng ini disinyalir tidak akan berasal dari minyak goreng hasil aturan kewajiban pasar domestik (DMO). Seperti diketahui, eksportir minyak sawit mentah (CPO) wajib mematuhi kebijakan DMO untuk mendapatkan persetujuan ekspor dari Kementerian Perdagangan. Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa pemenuhan cadangan minyak goreng pemerintah akan dipasok dari produsen swasta, fokus pada jenis minyak goreng premium. “Minyak goreng hasil DMO atau Minyakita akan dijual seperti biasa atau langsung mengalir dari produsen ke konsumen tanpa dicadangkan. Kami akan menyerap minyak goreng premium karena volumenya yang melimpah,” pungkas Budi.

Advertisements