Danantara, lembaga pengelola investasi strategis nasional, tengah bersiap melancarkan langkah ekspansi investasi signifikan di pasar saham domestik. Dengan menggandeng sejumlah manajer investasi (MI) terkemuka, Danantara menargetkan untuk mulai aktif bertransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam kurun waktu enam bulan ke depan. Strategi ini dirancang untuk memaksimalkan potensi pasar modal Indonesia.
Pandu Sjahrir, selaku Chief Investment Officer (CIO) Danantara, menekankan bahwa keterlibatan manajer investasi merupakan elemen krusial guna menjamin pengelolaan dana berjalan secara profesional dan akuntabel. Lebih dari itu, kehadiran Danantara di pasar diharapkan dapat menciptakan efek penarik atau crowding in bagi investor lain, khususnya investor institusional, untuk turut berpartisipasi dan memperdalam pasar.
“Memang strategi awal kami untuk enam bulan ke depan ini adalah melalui manajer investasi. Kami tidak langsung bertransaksi sendiri, karena kami ingin menciptakan efek crowding in bagi para pemain yang sudah ada,” ujar Pandu saat menyampaikan pernyataannya di Main Hall BEI, Jakarta, Minggu (1/2). Pendekatan ini menunjukkan komitmen Danantara untuk tumbuh bersama ekosistem pasar modal yang sudah eksis.
Pandu menjelaskan bahwa proses seleksi saham yang akan masuk dalam portofolio investasi Danantara akan dilakukan dengan standar yang sangat ketat. Danantara hanya akan mempertimbangkan saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi, didukung oleh fondasi bisnis yang kuat, serta fundamental keuangan yang solid dan teruji.
Di samping itu, prospek pertumbuhan yang menjanjikan dan kekuatan arus kas menjadi prasyarat utama yang tidak bisa ditawar sebelum keputusan investasi diambil. Menurut Pandu, kedua faktor tersebut sangat krusial untuk menjaga kualitas investasi dalam jangka panjang, terutama di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
“Jadi, kami juga memberikan arahan yang jelas kepada manajer-manajer investasi yang kami tunjuk, yaitu untuk membeli saham yang memiliki good growth, good fundamental, good liquidity. Itu sangat penting, dan pastikan juga memiliki good cash flow,” tegasnya, menguraikan kriteria investasi yang menjadi panduan utama.
Sejak akhir Desember 2025, Danantara telah memulai penanaman dana secara berkala di pasar. Ke depan, intensitas investasi tersebut akan ditingkatkan secara signifikan, dengan rencana akselerasi yang akan dimulai pada pekan mendatang. Hal ini menunjukkan keseriusan Danantara dalam menggarap potensi pasar saham domestik.
Pada tahun 2026, Danantara memproyeksikan sekitar separuh dari total dana kelolaannya akan ditempatkan di pasar modal atau public market. Meskipun memiliki ruang dan kapasitas untuk berinvestasi secara global, fokus utama Danantara tetap diarahkan pada aset-aset domestik.
“Meskipun kami bisa berinvestasi di luar negeri, kami akan selalu melihat Indonesia, menunjukkan keberpihakan kepada Indonesia,” tutur Pandu, menegaskan komitmen Danantara terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Pandu menilai, kondisi pasar saat ini menawarkan peluang yang sangat menarik dari sisi valuasi. Pada saat yang bersamaan, fundamental perekonomian Indonesia dinilai masih cukup kuat dan resilien untuk menopang peningkatan alokasi investasi di pasar saham.
Melalui strategi investasi yang terukur dan terarah ini, Danantara diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengelola dana, tetapi juga menjadi katalisator penting dalam pendalaman pasar modal nasional serta penguatan basis investor jangka panjang yang berkelanjutan.