IHSG Anjlok ke Level Covid, Kapitalisasi Pasar RI Hilang Rp5.278 Triliun
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG babak belur hingga anjok 4,18% ke Rp 6.442 pada perdagangan intraday hari ini, Senin (18/5) pukul 10.29 WIB.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG babak belur hingga anjok 4,18% ke Rp 6.442 pada perdagangan intraday hari ini, Senin (18/5) pukul 10.29 WIB.
BI berperan penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional guna mengendalikan inflasi dan daya beli masyarakat di tengah ancaman ketidakpastian global dan perubahan iklim.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jeblok 2,82% atau 189 poin ke Rp 6.533 pada perdagangan intraday pukul 9.22 WIB hari ini, Senin (18/5). Indeks telah anjlok 24,58% sejak awal tahun
IHSG turun 3% setelah MSCI mengeluarkan 18 saham RI, memicu arus keluar asing dan tekanan jual. Faktor eksternal seperti inflasi AS dan konflik Iran memperburuk situasi.
IHSG anjlok 3,21% karena saham TPIA, AMMN, dan DSSA turun belasan persen akibat rebalancing MSCI. Volatilitas pasar diprediksi tetap tinggi hingga akhir Mei.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 2,05% ke 450,37 pada 18 Mei 2026, namun saham ASII, MEDC, dan CPIN tetap menguat. Fokus pasar pada MSCI rebalancing.
Gempa berkekuatan Magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Sukabumi dan sekitarnya dengan episenter di laut, getarannya dirasakan hingga ke Cianjur menurut data BMKG.
IHSG diprediksi melemah, simak sederet saham yang direkomendasikan. #bisnisupdate #update #bisnis #text
Dari Krisis Sampah ke Energi. Teknologi waste to energy (WtE) hadir sebagai jawaban atas keterbatasan lahan TPA dan meningkatnya volume sampah di Indonesia. Bagaimana caranya?
Saham blue chip bagi masyarakat awam memang terdengar asing sehingga tidak semua orang mengerti makna dari istilah ini. Namun, istilah ini rupanya sangatlah populer terutama di kalangan trader dan investor saham bahkan bisa jadi jenis saham yang satu ini selalu diperebutkan. Saham yang sangat populer di dunia sekuritas ini mungkin membuat siapa saj…