Emas telah lama diakui sebagai salah satu instrumen investasi yang tidak hanya relatif stabil tetapi juga tangguh dalam menghadapi inflasi. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar, banyak individu beralih melirik emas sebagai strategi cerdas untuk menjaga dan bahkan meningkatkan nilai aset mereka dalam jangka panjang.
Namun, sebelum Anda menyelami dunia investasi emas, sangat penting untuk memahami secara mendalam berbagai jenis emas dan mekanisme kerjanya. Pemahaman ini akan membekali Anda untuk merancang strategi cara investasi emas yang aman yang selaras dengan tujuan keuangan pribadi Anda.
Apakah Investasi Emas Menguntungkan?
Emas memiliki rekam jejak yang tak terbantahkan sebagai aset safe haven. Nilainya cenderung menunjukkan kenaikan signifikan saat pasar dilanda ketidakpastian ekonomi, pelemahan mata uang rupiah, atau gejolak geopolitik global. Secara historis, dalam satu dekade terakhir, investasi emas di Indonesia telah memberikan return rata-rata yang menarik, berkisar antara 8-12% per tahun.
Meskipun harga emas telah mencapai level yang tinggi, terutama di tengah proyeksi untuk tahun 2026, para ahli keuangan tetap merekomendasikannya sebagai alokasi portofolio sebesar 10-20%. Proporsi ini bertujuan untuk memitigasi risiko keseluruhan dalam portofolio investasi Anda, menjadikannya pilihan yang bijak untuk diversifikasi.
Jenis Investasi Emas yang Aman
Ada beragam pilihan jenis investasi emas yang bisa Anda pertimbangkan. Berikut adalah penjelasan komprehensif untuk membantu Anda menentukan pilihan yang tepat.
1. Emas fisik
Emas fisik merupakan bentuk investasi emas paling tradisional dan klasik. Investor membeli emas dalam wujud batangan atau perhiasan, kemudian menyimpannya secara mandiri. Namun, ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan, antara lain potensi risiko kehilangan, pencurian, serta kebutuhan akan biaya penyimpanan tambahan jika menggunakan fasilitas keamanan seperti safe deposit box bank.
Selain itu, emas fisik, khususnya perhiasan, memerlukan perawatan rutin agar kilau dan kondisinya tetap terjaga. Oleh karena itu, prioritas utama adalah membeli dari penjual resmi yang terpercaya dan memastikan keaslian serta kelengkapan sertifikat sebelum Anda melakukan transaksi.
2. Emas digital
Emas digital menawarkan kemudahan dan kepraktisan yang jauh lebih tinggi dibandingkan emas fisik. Anda tidak perlu direpotkan dengan urusan penyimpanan, pengamanan, atau pencetakan fisik. Cukup dengan membeli gram emas melalui aplikasi, aset Anda akan disimpan dengan aman oleh kustodian yang terpercaya. Proses pembelian sangat fleksibel, dapat dimulai dengan modal yang relatif rendah, dan seluruhnya dilakukan secara daring melalui aplikasi.
Di samping itu, terdapat pula inovasi bernama tokenized gold atau emas berbasis teknologi blockchain, seperti PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT). Token ini merepresentasikan kepemilikan emas fisik yang disimpan oleh penerbitnya, namun diperdagangkan layaknya aset kripto lainnya melalui aplikasi crypto exchange.
Bentuk lain dari emas digital adalah ETF emas (Exchange Traded Fund emas), contohnya SPDR Gold Shares (GLD). ETF emas diperdagangkan di pasar saham layaknya saham biasa, dengan nilainya yang secara langsung mengikuti harga emas dunia. Melalui ETF emas, investor tidak memegang emas secara langsung, melainkan memiliki unit penyertaan dalam suatu dana yang aset dasarnya adalah emas.
Singkatnya, baik harga tokenized gold maupun ETF emas akan bergerak seiring dengan harga emas global, biasanya dalam rasio 1:1, sehingga kenaikan dan penurunan harganya mencerminkan pergerakan harga emas dunia.
Investasi Emas di Aplikasi Apa?
Sebelum melangkah ke panduan cara investasi emas yang aman, langkah krusial pertama adalah memilih aplikasi investasi emas yang tepat. Beberapa aplikasi populer mendukung investasi emas digital konvensional, seperti Pegadaian, Tokopedia, dan Bukalapak, yang berkolaborasi dengan penyedia emas terpercaya.
Keunggulan platform-platform ini adalah prosesnya yang sangat praktis dan memungkinkan Anda memulai dari nominal yang sangat kecil, sekitar Rp10.000 hingga Rp50.000, tergantung pada aplikasi yang Anda pilih.
Untuk emas digital berupa tokenized gold dan ETF emas, Anda bisa mempertimbangkan aplikasi Reku. Melalui Reku, Anda dapat membeli PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT) hanya dengan modal mulai dari Rp5.000. Keunggulan Reku terletak pada biaya transaksi yang rendah dan transparan, memastikan tidak ada biaya tersembunyi yang akan mengejutkan Anda.
Sementara itu, investasi ETF emas seperti SPDR Gold Shares (GLD) di Reku dapat dibeli dengan modal serendah $1 saja. Reku juga menawarkan proses withdraw dan deposit yang cepat, didukung oleh beragam metode pembayaran, serta biaya konversi yang sangat terjangkau.
Cara Investasi Emas yang Aman
Agar investasi Anda berjalan optimal dan terhindar dari risiko yang tidak perlu, perhatikan langkah-langkah cara investasi emas yang aman berikut ini:
1. Tentukan tujuan dan jangka waktu
Sesuaikan strategi investasi emas Anda dengan profil risiko serta tujuan keuangan yang jelas. Misalnya, apakah ini untuk dana darurat dalam 1-2 tahun ke depan atau sebagai persiapan pensiun dalam jangka waktu 5-10 tahun atau lebih.
2. Pilih platform resmi yang diawasi
Prioritaskan platform yang telah terdaftar dan diawasi oleh otoritas resmi seperti OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Contohnya adalah Pegadaian Digital, Tokopedia Emas, atau Reku untuk tokenized gold seperti PAXG dan XAUT, serta ETF emas seperti GLD.
3. Mulai dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA)
Terapkan strategi pembelian rutin setiap bulan. Metode Dollar Cost Averaging (DCA) ini efektif untuk merata-ratakan harga beli Anda dan mengurangi dampak negatif dari fluktuasi harga pasar.
4. Lakukan pembelian aset
Lakukan top up saldo terlebih dahulu ke akun platform yang telah Anda pilih. Selanjutnya, pilih aset investasi emas yang diinginkan, baik itu emas digital konvensional, tokenized gold PAXG atau XAUT, atau ETF emas GLD. Tentukan nominal pembelian, konfirmasi transaksi, dan selesaikan proses pembelian.
5. Verifikasi harga dan kemurnian
Pastikan harga yang ditampilkan oleh platform mengikuti harga spot emas Antam atau harga internasional. Perhatikan juga spread (selisih harga jual dan beli) yang wajar, umumnya sekitar 3-5% untuk transaksi buyback.
6. Jaga keamanan penyimpanan
Untuk emas fisik, pertimbangkan penggunaan safe deposit box di bank atau asuransi. Sementara itu, untuk emas digital, aktifkan fitur keamanan berlapis seperti otentikasi dua faktor (2FA), PIN, atau fitur biometrik pada aplikasi Anda.
7. Pantau secara berkala
Lakukan pemantauan perkembangan portofolio Anda secara berkala, cukup 1-2 kali dalam sebulan. Realisasikan penjualan aset saat target return (misalnya 20-30%) telah tercapai, atau sesuai dengan tujuan investasi yang telah Anda tetapkan sebelumnya.
Pada akhirnya, pemilihan jenis investasi emas yang paling tepat sangat bergantung pada tujuan finansial, jangka waktu investasi, dan profil risiko individual Anda. Baik emas fisik, emas digital konvensional, tokenized gold, maupun ETF emas, masing-masing memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri. Dengan pemahaman yang komprehensif mengenai perbedaan-perbedaan ini dan pemilihan platform yang kredibel, Anda akan mampu menerapkan strategi cara investasi emas yang aman secara lebih terukur dan penuh keyakinan.