
Dalam suasana hangat silaturahmi Idulfitri, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkap detail penting percakapannya melalui telepon dengan Presiden Indonesia terpilih, Prabowo Subianto. Pembicaraan strategis kedua pemimpin negara serumpun ini menyentuh isu krusial seperti konflik yang memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, serta agenda kunjungan PM Anwar ke Indonesia dalam waktu dekat untuk mempererat tali persahabatan dan kerja sama.
Kabar mengenai percakapan ini disampaikan langsung oleh Anwar Ibrahim melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @anwaribrahim_my, pada Selasa (24/3). Ia menggarisbawahi relevansi diskusi tersebut dalam menghadapi dinamika geopolitik global. “Sewaktu panggilan telefon bersama Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, semalam, kami bertukar pandangan mengenai pelbagai isu semasa, termasuk konflik Iran-Israel,” tulis Anwar, memberikan gambaran sekilas tentang kedalaman pembicaraan mereka.
Lebih lanjut, Anwar Ibrahim mengutarakan niatnya untuk segera mengunjungi Indonesia. Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan merupakan wujud komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral yang sudah terjalin erat antara Malaysia dan Indonesia. Kedua pemimpin sepakat bahwa dialog dan diplomasi merupakan kunci utama dalam meredakan ketegangan internasional. Dalam konteks konflik Timur Tengah, baik Malaysia maupun Indonesia secara konsisten menyerukan perdamaian dan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya diplomatik untuk meredam eskalasi konflik yang bergejolak.
Silaturahmi Prabowo via Telepon
Momen Idulfitri 1447 Hijriah ini juga dimanfaatkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menjalin komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara sahabat. Pada Senin (23/3), Prabowo secara pribadi menghubungi beberapa kepala negara dan pemerintahan, menunjukkan komitmen Indonesia terhadap solidaritas global dan persaudaraan antar bangsa. Selain Anwar Ibrahim, daftar pemimpin yang dihubungi Prabowo meliputi Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Raja Yordania Abdullah II, serta Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan resminya pada Senin (23/3), mengonfirmasi bahwa “Presiden Prabowo Subianto kembali melanjutkan komunikasi mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri melalui sambungan telepon dengan para pemimpin muslim negara sahabat.” Teddy menambahkan, Prabowo secara aktif menggunakan momentum perayaan Idulfitri ini sebagai sarana penting untuk meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan universal, memperkuat semangat solidaritas, dan mempererat tali persaudaraan yang melintasi batas-batas negara.