Prabowo terima kepala staf AU Pakistan di istana, bahas kerja sama pertahanan

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyambut Kepala Staf Angkatan Udara (AU) Pakistan, Zaheer Ahmad Babar Sidhu, dalam sebuah pertemuan penting di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (12/2). Diskusi yang berlangsung intens selama kurang lebih tiga jam ini, turut dihadiri oleh Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, berfokus utama pada penguatan beragam kerja sama bilateral antara kedua negara, khususnya peningkatan kemitraan di sektor pertahanan.

Advertisements

Duta Besar Zahid Hafeez Chaudhri, usai pertemuan, menegaskan komitmen Pakistan dalam mendukung kapasitas militer Indonesia. Ia menyatakan, “Pakistan telah melatih para perwira Tentara Nasional Indonesia dan akan terus meningkatkan kerja sama pertahanan tersebut.” Pernyataan ini menggarisbawahi sejarah kolaborasi yang kuat serta prospek peningkatan sinergi militer di masa mendatang.

Lebih lanjut, Zahid mengungkapkan bahwa Indonesia dan Pakistan telah menjajaki berbagai skema kerja sama pertahanan yang bersifat komprehensif. Beliau menekankan bahwa kemitraan strategis ini bukan sekadar urusan bilateral, melainkan memiliki dampak signifikan secara regional maupun global. “Mengingat Pakistan dan Indonesia bersama-sama mencakup lebih dari seperempat populasi Muslim dunia,” jelas Zahid, “kerja sama antara kedua negara memiliki arti yang sangat strategis.”

Sebelum agenda penting di Istana Merdeka, Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan, Zaheer Ahmad Babar Sidhu, telah terlebih dahulu melakukan serangkaian pertemuan pada 10 Februari lalu. Kunjungan pertamanya adalah kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Pertemuan-pertemuan awal ini menjadi fondasi bagi diskusi lebih lanjut dengan Presiden Prabowo Subianto.

Advertisements

Dalam pertemuan tersebut, fokus utama adalah peningkatan kerja sama di bidang Angkatan Udara serta kolaborasi industri dirgantara nasional antara Indonesia dan Pakistan. Kedua negara menunjukkan komitmen kuat dengan menyepakati pembentukan tim khusus untuk mempercepat realisasi kerja sama bilateral ini. Melalui mekanisme tim tersebut, diharapkan kolaborasi yang sudah terjalin tidak hanya semakin mendalam, tetapi juga dapat diperluas ke berbagai dimensi baru, termasuk lintas matra, pertahanan siber, kecerdasan buatan, dan pengembangan industri strategis lainnya. Langkah ini menandai era baru dalam kemitraan pertahanan yang lebih maju dan adaptif antara Indonesia dan Pakistan.

Advertisements