
Babaumma – , JAKARTA – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai pergerakan signifikan dari saham-saham konglomerasi Grup Astra. Setelah sempat tertekan dan kompak lesu pada perdagangan Rabu (21/1/2026), saham-saham tersebut mulai menunjukkan geliat positif. Koreksi sebelumnya dipicu oleh sentimen negatif terkait kabar pencabutan izin salah satu entitas usaha pertambangan Grup Astra oleh Presiden Prabowo, yang sempat memicu kekhawatiran investor.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 10.20 WIB, saham PT Astra International Tbk. (ASII), selaku induk usaha Grup Astra, tercatat mengalami penguatan signifikan sebesar 2,65%. Kenaikan ini membawa harga saham ASII ke level Rp6.775, sebuah rebound yang patut dicermati setelah sebelumnya merosot tajam 9,28% pada perdagangan hari sebelumnya.
Di sisi lain, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) menunjukkan pergerakan yang lebih dinamis. Meskipun sempat berada di zona merah pada pembukaan perdagangan, UNTR berhasil menanjak dan mengakhiri pergerakan di zona hijau, naik tipis 0,74% ke level Rp27.400. Kenaikan ini terjadi setelah harga saham UNTR sempat mengalami koreksi drastis, terjun bebas hingga 14,93% pada perdagangan Rabu (21/1/2026).
Anjloknya saham UNTR, seperti yang dilaporkan Bisnis, sebagian besar disebabkan oleh sentimen negatif seputar kabar pencabutan izin pertambangan PT Agincourt Resources. Penting untuk diketahui bahwa Agincourt Resources merupakan salah satu anak usaha strategis United Tractors.
PT Agincourt Resources sendiri dikenal sebagai pengelola Tambang Emas Martabe yang berlokasi di Tapanuli Selatan. United Tractors, melalui anak perusahaannya PT Danusa Tambang Nusantara, menyelesaikan akuisisi 95% kepemilikan atas Agincourt Resources pada tanggal 4 Desember 2018. Akuisisi ini bukan transaksi biasa, mengingat nilai kesepakatan yang mencapai angka fantastis, sekitar US$1 miliar.
Tidak hanya ASII dan UNTR, beberapa saham Grup Astra lainnya juga turut menunjukkan performa positif. Tercatat saham PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) menguat 2,35% ke level Rp7.625, diikuti oleh PT Astra Graphia Tbk. (ASGR) yang melesat 6,67% mencapai Rp1.360, dan PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) dengan penguatan 3,79% ke posisi Rp2.740 per saham.
Di tengah dinamika pasar modal yang bergejolak dan fluktuatif, United Tractors juga mengambil langkah strategis. Perseroan mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal yang fantastis, mencapai Rp2 triliun.
Manajemen UNTR menjelaskan bahwa keputusan buyback saham ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk tidak hanya mendukung stabilitas pasar modal nasional, tetapi juga untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang sahamnya di tengah ketidakpastian pasar.
“Pelaksanaan pembelian kembali saham ini merupakan salah satu bentuk komitmen Perseroan dalam mendukung langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas dan keyakinan di pasar modal Indonesia. Lebih dari itu, langkah ini juga strategis untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham Perseroan serta merefleksikan kuatnya kondisi fundamental Perseroan,” demikian pernyataan manajemen UNTR dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Kamis (22/1/2026).
Rincian dari rencana buyback ini mencakup alokasi dana maksimal Rp2.000.000.000.000 (Rp2 triliun). Penting dicatat bahwa jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor. Selain itu, UNTR memastikan bahwa porsi saham beredar (free float) setelah aksi korporasi ini tetap terjaga di atas 7,5%.
Disclaimer: Berita ini disajikan sebagai informasi dan tidak bertujuan untuk mengajak atau menganjurkan pembelian maupun penjualan saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada pada pertimbangan dan risiko pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul dari keputusan investasi yang diambil pembaca.