BI intervensi rupiah di pasar offshore saat libur Lebaran, antisipasi gejolak Timur Tengah
Bank Indonesia akan intervensi rupiah di pasar offshore selama libur Lebaran 2026 untuk mengantisipasi gejolak Timur Tengah dan menjaga stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia akan intervensi rupiah di pasar offshore selama libur Lebaran 2026 untuk mengantisipasi gejolak Timur Tengah dan menjaga stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia membeli SBN pemerintah senilai Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026, sebagai sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia waspada terhadap inflasi akibat konflik Timur Tengah dan kemarau panjang, meski inflasi masih dalam target 2,5±1%. Monitoring ketat dilakukan.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Bank Indonesia meluncurkan PIDI untuk mendorong inovasi digital dan pengembangan talenta muda, menargetkan 800 tim pada 2026, mendukung ekonomi digital.
Kemenkeu dan BI sepakat lakukan debt switch Rp173,4 triliun pada 2026 untuk stabilkan yield SBN dan kurangi penerbitan utang baru, menjaga stabilitas pasar.
Bank Indonesia menyiapkan Rp185,6 triliun untuk penukaran rupiah melalui aplikasi PINTAR, dengan kuota dan periode pemesanan diperpanjang di Jawa mulai 24 Februari 2026.
BI mencatat pemanfaatan KLM baru 4,83% dari DPK dan masih ada ruang 0,7% untuk menekan bunga kredit.
Bank Indonesia dan Kemenkeu sepakat melanjutkan debt switching SBN senilai Rp174 triliun tahun ini, tanpa istilah burden sharing, untuk mendukung kebijakan fiskal dan moneter.
Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75%, mendukung reksa dana pendapatan tetap. Potensi penurunan suku bunga bisa jadi katalis positif bagi pasar obligasi.