Babaumma – , JAKARTA — Bank Indonesia (BI) kembali menunjukkan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang rupiah layak edar menjelang Idulfitri 2026. Melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026, bank sentral ini telah menambah kuota serta memperpanjang periode pemesanan penukaran uang rupiah tahap kedua, khususnya untuk wilayah Jawa, yang dapat diakses melalui aplikasi PINTAR.
Program penukaran uang rupiah yang diselenggarakan untuk kelima kalinya ini dirancang untuk memastikan ketersediaan uang tunai yang memadai di seluruh Indonesia. Tercatat, BI telah menyiapkan uang siap edar senilai Rp185,6 triliun untuk ditukarkan oleh masyarakat di berbagai daerah. Peningkatan jumlah kuota dan perpanjangan jadwal pemesanan, khususnya di wilayah Jawa, merupakan respons langsung BI terhadap tingginya animo dan permintaan masyarakat di pulau tersebut.
Ramdan Denny Prakoso, Kepala Departemen Komunikasi BI, menjelaskan bahwa jadwal pemesanan penukaran uang rupiah untuk wilayah Jawa kini bisa dilakukan lebih awal, yakni mulai tanggal 24 Februari 2026 pukul 08.00 WIB, dan akan terus berlangsung hingga kuota habis. Sementara itu, untuk wilayah di luar Jawa, jadwal pemesanan tetap dimulai pada tanggal 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB, juga hingga kuota penukaran terpenuhi. Pengaturan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat Jawa untuk mendapatkan uang tunai baru.
Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, sebelumnya telah mengungkapkan bahwa total uang tunai siap edar yang disiapkan mencapai Rp185,6 triliun di seluruh kantor perwakilan BI. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik tahun ini. Peningkatan alokasi ini mencerminkan optimisme BI terhadap geliat ekonomi dan kebutuhan transaksi masyarakat.
Lebih lanjut, Ricky menjelaskan bahwa layanan penukaran uang tahun ini juga mengalami peningkatan signifikan melalui aplikasi PINTAR. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini di lebih dari 2.800 titik serta 8.700 layanan kas keliling di seluruh Indonesia, menjangkau lebih banyak wilayah dan memudahkan akses. Tak hanya itu, besaran paket penukaran uang juga turut ditingkatkan. Jika sebelumnya satu paket penukaran bernilai Rp4,3 juta, kini masyarakat dapat menukarkan uang rupiah hingga senilai Rp5,3 juta per paket. Peningkatan sebesar 86% ini, atau hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan upaya serius BI dalam melayani kebutuhan penukaran uang menjelang periode perayaan. “Jadi, masyarakat bisa melakukan penukaran lebih besar lagi, kemudian dengan jumlah paket yang lebih tinggi dan banyak lagi,” ujarnya dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Kamis (19/2/2026).
Dengan segala penambahan kuota, perpanjangan jadwal, serta peningkatan jumlah dan titik layanan ini, Bank Indonesia berharap dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan maksimal bagi masyarakat dalam memperoleh uang rupiah baru untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 2026.