IHSG diproyeksi terkonsolidasi pekan depan, cek rekomendasi sahamnya

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak terkonsolidasi pada pekan depan. Di tengah pergerakan pasar yang cenderung stabil ini, sejumlah saham pilihan seperti MYOR, ELSA, AKRA, SMGR, PYFA, dan SMBR direkomendasikan untuk dicermati oleh investor.

Advertisements

Tim Riset Phintraco Sekuritas melaporkan bahwa IHSG menutup perdagangan Jumat (20/2/2026) dengan pelemahan tipis 0,03% di level 8.271,77, setelah sebelumnya menunjukkan pergerakan yang bervariasi sepanjang hari. Sentimen negatif yang memengaruhi pasar saham, khususnya bursa Asia, sebagian besar berasal dari meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini diperparah oleh minimnya katalis positif baru dari dalam negeri.

Lebih lanjut, analisis dari Phintraco Sekuritas menunjukkan adanya perbedaan kinerja signifikan antar sektor. Sektor non-siklikal tercatat mengalami koreksi paling dalam, menandakan adanya tekanan jual pada saham-saham dengan karakteristik defensif. Sebaliknya, sektor infrastruktur berhasil membukukan penguatan terbesar, menunjukkan adanya minat investor pada aset-aset yang terkait dengan pembangunan dan pengembangan infrastruktur.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memprediksi bahwa IHSG akan melanjutkan pergerakan konsolidatifnya pada pekan depan. Indeks diperkirakan akan bergerak dalam kisaran level 8.200 hingga 8.350, mencerminkan fase penantian pasar terhadap arah sentimen yang lebih jelas, baik dari global maupun domestik.

Advertisements

Dari sisi ekonomi domestik, data menunjukkan pelebaran defisit neraca transaksi berjalan Indonesia. Pada kuartal IV/2025, defisit mencapai US$2,54 miliar, meningkat signifikan dari US$1,14 miliar pada kuartal IV/2024. Angka ini setara dengan 0,7% dari PDB, sekaligus berbalik arah dari surplus US$4,01 miliar yang tercatat pada kuartal III/2025.

Pelebaran defisit ini disebabkan oleh beberapa faktor. Penurunan surplus neraca barang menjadi kontributor utama, ditambah dengan peningkatan defisit pada neraca jasa dan pendapatan primer. Meskipun demikian, terjadi pelebaran surplus pada neraca pendapatan sekunder, yang sedikit menahan dampak negatif dari komponen lainnya.

Untuk pekan depan, investor domestik akan mencermati beberapa agenda penting. Salah satunya adalah rilis data Money Supply M2 yang dijadwalkan pada 23 Februari 2026. Selain itu, kelanjutan musim laporan keuangan kuartal IV/2025 dan antisipasi aksi korporasi pembagian dividen tahun buku 2025 juga akan menjadi fokus utama para pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi.

Mengacu pada analisis tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk pekan depan. Saham-saham tersebut meliputi MYOR, ELSA, AKRA, SMGR, PYFA, dan SMBR, yang dinilai memiliki potensi menarik di tengah pergerakan IHSG yang terkonsolidasi.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements