IPO 2025: BEI Incar 45 Perusahaan, Ada ‘CDIA-RATU’ Baru?
Bursa Efek Indonesia (BEI) menurunkan target IPO 2025 menjadi 45 perusahaan dari 66. Hingga kini, 23 IPO tercatat, dengan 13 dalam pipeline. BEI fokus pada kualitas IPO.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menurunkan target IPO 2025 menjadi 45 perusahaan dari 66. Hingga kini, 23 IPO tercatat, dengan 13 dalam pipeline. BEI fokus pada kualitas IPO.
Investor asing melepas saham BMRI, BBRI, dan PNBN, sementara BBCA menjadi incaran dengan pembelian bersih Rp338,43 miliar pada 27 Oktober 2025.
Saham Bumi Resources (BUMI) masuk ke indeks LQ45, IDX80, dan Bisnis-27 pada rebalancing BEI, berlaku 3 Nov 2025 hingga 30 Jan 2026.
IHSG mengalami kenaikan selama sepekan perdagangan sebesar 4,50% ke level 8.271,72 dengan kapitalisasi pasar Bursa meningkat menjadi Rp15.234 triliun.
Indeks Bisnis-27 naik 0,19% ke 543,07 didorong saham AKRA, ASII, KLBF, dan BBNI, meski IHSG turun tipis 0,03% ke 8.271,72 pada 24 Oktober 2025.
Nilai aset reksa dana saham turun 20,07% yoy di Agustus 2025 meski IHSG naik 10,6%. Penurunan dipicu turunnya indeks LQ45 dan pergeseran investasi.
Chengdong melanjutkan aksi jual saham BUMI sehingga total kepemilikannya di bawah 9%.
BEI menghentikan sementara perdagangan lima saham, termasuk PGLI dan MORA, mulai hari ini, Rabu (22/10/2025), akibat lonjakan harga yang signifikan.
Investor asing memburu saham BBCA, EMAS, ANTM, dan RAJA saat IHSG anjlok 2,57% akibat tensi dagang Babaumma buy asing capai Rp3,03 triliun.
Menkeu Purbaya menilai koreksi IHSG akibat profit taking wajar terjadi. IHSG turun 2,57% ke 7.915,66, dipengaruhi sentimen global dan aksi broker.