IPO BUMN: Danantara Siapkan Daftar Perusahaan Potensial Go Public
Danantara Indonesia dorong IPO BUMN dan anak usaha, targetkan investasi US$10 miliar, fokus proyek domestik, dan tingkatkan bobot saham Indonesia di MSCI.
Danantara Indonesia dorong IPO BUMN dan anak usaha, targetkan investasi US$10 miliar, fokus proyek domestik, dan tingkatkan bobot saham Indonesia di MSCI.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz dengan penawaran Rp403,7 miliar, memicu transaksi saham Rp3,59 triliun meski harga saham turun 12,23%.
Perang dagang AS-China memicu volatilitas IHSG jangka pendek, namun pasar diprediksi pulih. Sektor teknologi dan finansial direkomendasikan untuk investasi.
PT Morris Capital Indonesia mengakuisisi 43,78% saham PIPA, menjadi pengendali baru, dengan rencana ekspansi bisnis ke sektor utilitas dan infrastruktur.
Menkeu Purbaya akan mempertimbangkan insentif pajak saham jika integritas pasar terjaga dan praktik saham gorengan dikendalikan.
Menkeu Purbaya belum beri insentif pasar modal hingga saham gorengan terkendali, fokus lindungi investor kecil. IHSG dibuka menguat di 8.187.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,12% ke 514,52. Saham bank jumbo seperti BBCA dan BMRI lesu, sementara ANTM dan ICBP menguat. Total 8 saham melemah, 11 menguat.
Danantara Investment Management disebut akan menyalurkan sekitar US$10 miliar atau Rp165,83 triliun dalam tiga bulan pertama operasionalnya mulai Oktober 2025.
BEI mencatat 11 perusahaan siap IPO di 2025, fokus pada kualitas. Hingga Q3 2025, 23 perusahaan telah IPO dengan dana Rp15,1 triliun. BEI targetkan 66 IPO baru.
IPO di BEI 2025 lebih sedikit dari 2024, namun nilai dana yang dihimpun meningkat, mencapai Rp15,1 triliun hingga kuartal III, melampaui 2024.