Deretan sektor saham yang ketiban cuan konflik AS-Iran
Memanasnya konflik antara AS-Iran membuka peluang bagi sejumlah sektor saham untuk mencetak cuan.
Memanasnya konflik antara AS-Iran membuka peluang bagi sejumlah sektor saham untuk mencetak cuan.
IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1% akibat perang Timur Tengah, memicu inflasi dan ketidakstabilan keuangan.
January Effect 2026 berpotensi terbatas akibat risiko global dan domestik, meski peluang penguatan IHSG ada.
IPO di Indonesia diprediksi lebih semarak pada 2026 meski volatilitas tinggi. Fokus pada kualitas emiten dan kondisi pasar global jadi kunci.
Bank Indonesia dan Bank Sentral Thailand menghadapi 2026 dengan kebijakan moneter berbeda; Thailand memangkas suku bunga untuk melemahkan baht, sementara Indonesia menahan suku bunga untuk menjaga stabilitas rupiah.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75% pada November 2025 untuk mengantisipasi ketidakpastian global, meski ruang pelonggaran tetap terbuka.
ASII, BBCA, UNTR, dan ITMG lakukan buyback saham besar-besaran, berpotensi dorong IHSG.
Pertemuan IMF dan Bank Dunia di Washington dibayangi ketegangan baru perang dagang AS-China, memicu ketidakpastian pasar dan ancaman tarif impor.
Saham Grup Barito Pacific mendongkrak IHSG naik 2,94% di September 2025, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp14.890 triliun, tertinggi sepanjang sejarah.
Presiden ECB Christine Lagarde memperingatkan bahwa hilangnya independensi The Fed di bawah tekanan Trump dapat mengancam ekonomi global.