Saham undervalued di tengah tekanan IHSG, ini daftarnya
Saham undervalued muncul di tengah tekanan IHSG akibat sentimen global dan konflik Timur Tengah. Investor disarankan akumulasi saham berprospek positif.
Saham undervalued muncul di tengah tekanan IHSG akibat sentimen global dan konflik Timur Tengah. Investor disarankan akumulasi saham berprospek positif.
Meski IHSG turun, BEI melihat ini sebagai peluang akumulasi jangka pendek karena reformasi transparansi pasar modal diharapkan meningkatkan daya tarik global.
OJK imbau investor ritel tidak panic selling meski IHSG turun akibat konflik AS-Iran. Stabilitas pasar dijaga dengan mekanisme seperti buyback dan trading halt.
Investor asing mengalirkan dana Rp3,9 triliun ke pasar saham Indonesia, dengan saham BMRI dan BBCA menjadi incaran utama. IHSG naik 0,52% pekan ini.
Dana asing masuk ke pasar saham Indonesia, Babaumma buy Rp3,84 triliun pada 10-14 November 2025. Saham BREN dan INET jadi incaran utama.
IHSG stabil di atas 8.000, menarik investor asing dengan suku bunga rendah, stabilitas makro, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten.