IHSG Cetak Rekor! Stimulus Pemerintah Redam Profit Taking?
Aksi profit taking setelah IHSG mencapai rekor penutupan baru dapat terelakkan jika pertumbuhan ekonomi dan dampak stimulus kuartal IV/2025 sesuai ekspektasi
Aksi profit taking setelah IHSG mencapai rekor penutupan baru dapat terelakkan jika pertumbuhan ekonomi dan dampak stimulus kuartal IV/2025 sesuai ekspektasi
IHSG mencapai rekor tertinggi baru di 8.394,59 pada 3-7 November 2025. Sektor infrastruktur dan energi memimpin penguatan, sementara properti melemah.
IHSG mencapai rekor tertinggi 8.318 setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia Q3 2025 diumumkan 5,04%, didukung saham BRMS, COIN, dan GOTO yang menguat.
IHSG cetak rekor baru di 8.312,57, didorong saham perbankan dan milik Prajogo. Saham ASII, BBNI, BMRI, BBRI, dan BREN berkontribusi signifikan.
IHSG mencapai ATH baru di 8.139,89 meski ada shutdown AS. Sentimen domestik dan data ekonomi AS mempengaruhi pasar, dengan sektor komoditas dan finansial rentan.
Saham batu bara BUMI, AADI, HRUM menguat saat IHSG capai ATH 8.085. Produksi batu bara 2025 diproyeksi turun 11,5% akibat pasar global tak menentu.
IHSG menembus rekor all time high 8.051 pada pekan ketiga September 2025 dengan penguatan 2,51%, menjadikan BEI sebagai salah satu bursa terbaik di Asia Tenggara