Penyebab IHSG bergerak volatil meski berulang kali cetak rekor ATH
IHSG mengalami volatilitas meskipun mencetak rekor all time high karena rotasi sektoral dan posisi dekat resistance psikologis di level 9.000.
IHSG mengalami volatilitas meskipun mencetak rekor all time high karena rotasi sektoral dan posisi dekat resistance psikologis di level 9.000.
IHSG mencapai rekor tertinggi baru di 8.946,70 dengan saham ADRO, TINS, dan BBRI naik. Waspadai aksi profit taking dan geopolitik.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,05% ke 562,28 meski IHSG mencapai rekor all time high baru ke posisi 8.933,61 pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026).
Indeks Bisnis-27 naik 1,26% ke 562,56 pada 5 Januari 2025, didorong saham ADRO, INKP, dan UNTR. IHSG juga naik 1,27% ke ATH baru 8.859,19.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, IHSG terkoreksi 0,11% ke 8.677. Meski bullish, momentum IHSG melambat dengan proyeksi konsolidasi jangka pendek.
IHSG tembus rekor ATH baru ke level 8.640, mendorong kinerja reksa dana saham yang unggul dibandingkan reksa dana pendapatan tetap dan campuran.
IHSG mencapai rekor tertinggi baru (ATH) di level 8.617,04, didorong oleh kenaikan saham-saham top gainers seperti BOAT, FPNI hingga VKTR.
IHSG tembus 8.500, rekor baru. Penguatan didorong rebalancing MSCI, net buy asing, dan likuiditas longgar. Waspadai koreksi dan sentimen global.
IHSG naik 0,52% ke 8.414,35, mencetak rekor tertinggi baru, sementara RNTH turun 8,45% pada pekan 17-21 November 2025. Kapitalisasi pasar naik 0,49%.
IHSG capai ATH 13 kali pada 2025, kapitalisasi pasar modal Indonesia tembus target 2029 lebih cepat, mencapai 69,18% dari PDB nasional.