BUMI, TLKM, BMRI Seret Indeks Bisnis-27 Turun: Analisis & Prospek
Indeks Bisnis-27 turun 1,56% ke 548,80 pada 27/11/2025, dipicu pelemahan saham BUMI, TLKM, dan BMRI. IHSG juga melemah 0,65% ke 8.545,86.
Indeks Bisnis-27 turun 1,56% ke 548,80 pada 27/11/2025, dipicu pelemahan saham BUMI, TLKM, dan BMRI. IHSG juga melemah 0,65% ke 8.545,86.
IHSG turun 0,65% ke 8.545,86 pada 27/11/2025, dipengaruhi saham BUMI, BBRI, dan INET. Aksi profit taking dan outflow asing jadi faktor utama.
IHSG ditutup melemah 0,07% ke 8.414,35 pada 21 November 2025, meski saham TPIA, PANI, dan BREN tetap hijau. Market cap mencapai Rp15.421 triliun.
Indeks Bisnis-27 naik 0,19% ke 543,07 didorong saham AKRA, ASII, KLBF, dan BBNI, meski IHSG turun tipis 0,03% ke 8.271,72 pada 24 Oktober 2025.
IHSG turun 2,57% ke 7.915,66 akibat saham konglomerat melemah, tetapi Menkeu Purbaya optimistis bisa capai level 9.000 akhir tahun.
Investor asing memburu saham BBCA, EMAS, ANTM, dan RAJA saat IHSG anjlok 2,57% akibat tensi dagang Babaumma buy asing capai Rp3,03 triliun.
Saham BBCA ke zona hijau saat IHSG dan bank jumbo melemah, didorong antisipasi earnings call dan valuasi terdiskon.
IHSG diprediksi melemah, saham TLKM, WIFI, dan MAPI direkomendasikan analis untuk dicermati. Perhatikan strategi dan level entry yang disarankan.
Reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo memicu penurunan IHSG 1,28%, terutama karena pergantian Menteri Keuangan Sri Mulyani. Investor cermati kebijakan baru.
Indeks Bisnis-27 naik 0,07% ke 517,24 meski IHSG turun 0,21% ke 7.869,59. Saham CPIN, BMRI, dan lainnya mendukung kenaikan, sementara IHSG melemah.