Jelang libur panjang Imlek, IHSG parkir di zona merah
IHSG turun 0,64% ke 8,212 jelang libur Imlek, dipengaruhi saham BBCA, TLKM, dan BREN. Pasar Asia melemah, investor berhati-hati, Rupiah juga melemah.
IHSG turun 0,64% ke 8,212 jelang libur Imlek, dipengaruhi saham BBCA, TLKM, dan BREN. Pasar Asia melemah, investor berhati-hati, Rupiah juga melemah.
IHSG melemah 0,64% ke 8.212 saat Presiden Prabowo jelaskan strategi ekonomi 2026 di tengah sentimen pasar negatif dan fluktuasi saham besar.
IHSG melemah 6,94% dalam sepekan hingga 30 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar menguap Rp1.198 triliun akibat sentimen MSCI dan volatilitas tinggi.
Sepuluh saham, termasuk RMKO dan LPCK, melonjak lebih dari 40% meski IHSG melemah 1,37% pada 19-23 Januari 2026. Volume transaksi harian naik 9,32%.
IHSG diprediksi melemah akibat ketegangan AS-Venezuela. Investor disarankan memantau saham PYFA, ASSA, HMSP, PNBN, DATA, dan SCMA.
IHSG dibuka melemah di level 8.627,40 pada 30 Desember 2025, tertekan oleh penurunan saham emiten emas dan perbankan seperti ANTM, DEWA, BBRI, dan BBCA.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham FILM, BUMI, dan AMRT menjadi top leaders, dengan FILM naik 32,20% menyumbang 23,49 poin.
IHSG melemah 0,83% ke 8.537,91 pada pekan Natal 2025, dengan kapitalisasi pasar turun 1,17% menjadi Rp15.603 triliun. Transaksi harian juga menurun.
IHSG turun 0,71% jelang Natal, rawan koreksi. Cermati saham MDKA, TINS, MBMA, dan SMBR untuk peluang beli.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,25% ke 546,44, meski saham KLBF, AMRT, INKP, dan HEAL menguat. IHSG turun tipis 0,06% ke 8.611,79 pada 3 Desember 2025.