IHSG diproyeksi masih tertekan, cermati saham BKSL hingga ITMG
IHSG diprediksi tertekan, cermati saham BKSL, BRPT, ITMG, dan TKIM untuk peluang beli dengan strategi “spec buy” dan “buy on weakness”.
IHSG diprediksi tertekan, cermati saham BKSL, BRPT, ITMG, dan TKIM untuk peluang beli dengan strategi “spec buy” dan “buy on weakness”.
IHSG dibuka melemah 0,45% ke 7.153, tertekan saham BREN dan INCO. Sentimen global dan domestik mempengaruhi, sementara aturan free float BEI diperbarui.
IHSG melemah 0,61% ke 7.048,22 pada 31 Maret 2026, dengan saham MEDC, BUMI, dan EMTK turun signifikan. Sektor energi menguat, sementara keuangan melemah.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,01% ke 483,09 pada 31 Maret 2026, dipicu penurunan saham MEDC, BUMI, dan JPFA, sementara IHSG turun 0,61% ke 7.048,22.
IHSG jatuh di bawah 7.000 akibat sentimen global dan konflik Timur Tengah. Analis prediksi volatilitas berlanjut, dengan support di 6.892 dan resistance di 7.482.
IHSG turun 1,89% akibat aksi profit taking dan ketidakpastian negosiasi AS-Iran. Saham berkapitalisasi besar melemah, sementara transaksi meningkat.
IHSG turun 1,61% ke 7.022,28 pada 16 Maret 2026, dipicu penurunan saham big caps seperti AMMN, DSSA, dan BREN. Market cap mencapai Rp12.439 triliun.
IHSG turun 5,91% ke 7.137,21 pada 9-13 Maret 2026, kapitalisasi pasar BEI turun 6,96% menjadi Rp12.678 triliun. Transaksi harian juga menurun signifikan.
Konflik Iran-Israel memicu lonjakan harga minyak, menguntungkan sektor energi namun menekan sektor transportasi, manufaktur, dan konsumer akibat inflasi.
IHSG ditutup melemah, pasar menanti langkah konkret BEI dan OJK dalam reformasi pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor dan mendorong rebound.