Ramai-ramai asing masuk kala IHSG terus cetak rekor baru
IHSG cetak rekor baru di 8.944,81, didorong beli bersih asing dan potensi pemangkasan suku bunga The Fed. Stabilitas rupiah dan politik penting untuk arus dana.
IHSG cetak rekor baru di 8.944,81, didorong beli bersih asing dan potensi pemangkasan suku bunga The Fed. Stabilitas rupiah dan politik penting untuk arus dana.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,05% ke 562,28 meski IHSG mencapai rekor all time high baru ke posisi 8.933,61 pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026).
IHSG tembus 8.500, rekor baru. Penguatan didorong rebalancing MSCI, net buy asing, dan likuiditas longgar. Waspadai koreksi dan sentimen global.
IHSG naik 0,52% ke 8.414,35, mencetak rekor tertinggi baru, sementara RNTH turun 8,45% pada pekan 17-21 November 2025. Kapitalisasi pasar naik 0,49%.
Investor asing kembali melakukan pembelian bersih di BEI, memilih saham ASII, BRMS, TLKM, AMMN, dan CUAN karena faktor likuiditas global dan stabilitas ekonomi Indonesia.
Saham bank besar dan konsumer siklikal rawan profit taking usai IHSG cetak rekor ATH, sementara sektor energi dan infrastruktur diprediksi lebih stabil.
Penguatan IHSG yang mencapai rekor tertinggi belakangan ini diprediksi mendorong semarak IPO di sisa tahun 2025.
IHSG menutup pekan ketiga September 2025 di rekor tertinggi 8.051,118, didorong lonjakan saham BRPT, DSSA, MLPT, dan TLKM.
IHSG menembus rekor all time high 8.051 pada pekan ketiga September 2025 dengan penguatan 2,51%, menjadikan BEI sebagai salah satu bursa terbaik di Asia Tenggara