Daftar 10 Top Gainers Kala IHSG Cetak Rekor, Ada NTBK, TRIN, hingga COCO
Sejumlah saham seperti NTBK, TRIN, hingga COCO bahkan melesat ratusan persen saat IHSG beberapa kali mencetak rekor tertingginya sepanjang masa selama pekan ini
Sejumlah saham seperti NTBK, TRIN, hingga COCO bahkan melesat ratusan persen saat IHSG beberapa kali mencetak rekor tertingginya sepanjang masa selama pekan ini
IHSG berpotensi menguat di akhir 2025 meski investor asing keluar. Likuiditas domestik dan saham konglomerasi jadi penopang, namun perlu dukungan sektor lain.
IHSG diprediksi menguat hingga akhir pekan didukung sektor perbankan, energi, dan infrastruktur. Stabilitas ekonomi dan politik memperkuat tren positif ini.
IHSG mencapai rekor tertinggi meski ada shutdown AS, didorong pelemahan dolar dan penguatan rupiah, memicu aliran modal asing ke pasar saham Indonesia.
IHSG mencetak rekor baru meski ada shutdown AS. Dampak positif terlihat dari apresiasi rupiah dan aliran modal asing. Namun, ketidakpastian bisa memicu risiko.
IHSG mencapai ATH baru di 8.139,89 meski ada shutdown AS. Sentimen domestik dan data ekonomi AS mempengaruhi pasar, dengan sektor komoditas dan finansial rentan.
Harga emas dan IHSG diprediksi menguat hingga akhir 2025 akibat shutdown AS dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
Pasar saham Indonesia tetap stabil meski ada shutdown AS, dengan fokus investor lebih pada faktor domestik seperti kebijakan fiskal dan nilai tukar rupiah.
Saham BREN dan BRPT milik Prajogo Pangestu menjadi penopang utama IHSG di tengah penguatan ke level 8.118,30.
IHSG dibuka naik 0,43% ke 8.105,58 didorong saham WIFI, BBRI, dan BREN. Sebanyak 267 saham menguat, kapitalisasi pasar mencapai Rp15.037,86 triliun.