
JAKARTA — PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID) mengumumkan rencana strategis untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal US$6 juta atau setara Rp104,25 miliar. Langkah ini diambil sebagai upaya perseroan untuk menjaga nilai tambah bagi para pemegang saham serta memperkuat program retensi karyawan melalui kepemilikan saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (19/5/2026), rencana aksi korporasi ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni 2026. Apabila disetujui, DOID akan melakukan pembelian saham secara bertahap di bursa dalam jangka waktu maksimal 12 bulan setelah tanggal persetujuan atau paling lambat hingga 24 Juni 2027.
Baca Juga: Kontraktor Tambang DOID Raih Pendapatan Rp24,75 Triliun pada 2025
Dana untuk buyback tersebut akan bersumber dari kas internal perusahaan, yang mencakup biaya transaksi serta biaya perantara perdagangan efek. Manajemen DOID menegaskan bahwa berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, pelaksanaan buyback ini tidak akan menyebabkan kekayaan bersih perseroan turun di bawah modal ditempatkan serta cadangan wajib.
Dalam pelaksanaannya, jumlah saham yang akan dibeli kembali maksimal sebanyak 320,77 juta lembar, atau setara dengan 4,36% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pengalihan saham tresuri. Jumlah tersebut dipastikan tetap berada di bawah ambang batas 10% sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 29/2023.
Baca Juga: Buma Internasional (DOID) Bukukan Rugi Bersih Rp1,94 Triliun pada 2025
Selain memberikan nilai tambah kepada pemegang saham di luar pembagian dividen, DOID akan mengalokasikan saham hasil buyback untuk program kepemilikan saham manajemen dan karyawan (MESOP) sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mempertahankan talenta terbaik.
Per 31 Desember 2025, komposisi pemegang saham didominasi oleh Northstar Tambang Persada Ltd. dengan porsi 38,217%, diikuti oleh publik sebesar 39,292%. Saat ini, perseroan juga masih memiliki saham tresuri sebanyak 293,84 juta saham atau setara dengan 3,841% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Rencananya, saham tresuri tersebut akan dialihkan untuk agenda pengurangan modal, yang juga akan dibahas dalam RUPSLB mendatang.
Baca Juga: BUMA Internasional (DOID) Serap Capex US$170 Juta Sepanjang 2025
Pasca pengalihan saham tresuri, proyeksi porsi kepemilikan publik akan meningkat menjadi 40,861%. Dalam simulasi manajemen, penggunaan seluruh dana buyback sebesar US$6 juta akan berdampak pada penurunan aset dari US$1,53 miliar menjadi US$1,52 miliar, serta penyusutan ekuitas dari US$48,87 juta menjadi US$42,87 juta. Meski laba bersih per saham diproyeksikan berubah dari minus US$0,01734 menjadi minus US$0,01814, perusahaan menegaskan bahwa dampak buyback terhadap kegiatan operasional bersifat tidak material dan arus kas perseroan tetap berada dalam kondisi aman.
Sebelumnya, Direktur DOID, Iwan Fuad Salim, mengakui bahwa tahun 2025 merupakan periode yang menantang akibat gangguan operasional, cuaca buruk, serta proses ramp-down dan penyelesaian kontrak di Indonesia maupun Australia. Iwan menegaskan bahwa perusahaan telah merespons kondisi tersebut dengan memperketat disiplin operasional, mengoptimalkan pengendalian biaya, serta menerapkan langkah tegas untuk menjaga likuiditas dan memperkuat neraca keuangan demi menghadapi tantangan di masa depan.
Delta Dunia Makmur Tbk. – TradingView
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan dana maksimal US$6 juta atau setara Rp104,25 miliar. Aksi korporasi yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 24 Juni 2026 ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham serta mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan (MESOP). Perseroan akan melakukan pembelian secara bertahap dalam jangka waktu maksimal 12 bulan menggunakan kas internal.
Dalam pelaksanaannya, DOID akan membeli maksimal 320,77 juta lembar saham atau 4,36% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Manajemen memastikan bahwa aksi ini tidak akan mengganggu kondisi operasional maupun likuiditas perusahaan, meskipun akan memengaruhi nilai aset dan ekuitas. Langkah strategis ini diambil di tengah upaya perusahaan dalam menjaga stabilitas keuangan setelah melewati periode operasional yang menantang pada tahun 2025.