Upaya Diplomasi Pemerintah Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa pemerintah Indonesia telah mengambil langkah tegas terkait insiden pencegatan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. Pemerintah saat ini tengah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan upaya diplomasi demi memastikan keselamatan para relawan dan jurnalis tersebut.

Advertisements

Sebelumnya, rombongan kapal kemanusiaan ini disergap oleh Angkatan Laut Israel saat sedang berlayar menuju Gaza, Palestina, pada Senin (18/5). Penindakan tersebut terjadi ketika armada berada di perairan internasional, sekitar 310 mil laut dari pesisir Gaza.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk segera melakukan pendekatan melalui jalur diplomasi,” ujar Dudung kepada awak media, Selasa (19/5).

Hingga saat ini, pemerintah belum dapat memastikan lokasi terkini dari seluruh WNI yang terlibat. Berdasarkan informasi terbaru, dari total sembilan WNI yang berada di armada tersebut, lima orang dilaporkan telah ditangkap, sementara empat lainnya masih berada di posisi yang belum teridentifikasi secara pasti.

Advertisements

“Sampai sekarang belum bisa dipastikan posisi terkini dari sembilan orang. Lima orang tertangkap dan empat orang masih terpencar di beberapa tempat,” tambah Dudung.

Baca juga:

  • 9 WNI dalam Armada Flotilla ke Gaza Dicegat Israel, Ini Daftarnya

Insiden penyergapan ini turut melibatkan sejumlah jurnalis asal Indonesia yang sedang meliput misi kemanusiaan tersebut, termasuk Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika. Berikut adalah daftar lengkap sembilan WNI yang terlibat dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0:

  1. Bambang Noroyono (Republika)
  2. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika)
  3. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo TV)
  4. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa)
  5. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa)
  6. Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat)
  7. Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso)
  8. Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171)
  9. Rahendro Herubowo (GPCI – iNewsTV)

Tindakan penyergapan ini memicu kecaman keras dari dunia internasional. Menteri Luar Negeri dari Indonesia, Turki, Bangladesh, Brazil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol telah mengeluarkan pernyataan bersama pada Selasa (19/5).

“Serangan-serangan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional,” tegas pernyataan resmi para menteri luar negeri tersebut sebagaimana dikutip dari Antara.

Ringkasan

Pemerintah Indonesia melalui Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman sedang melakukan upaya diplomasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk membebaskan sembilan WNI yang ditahan oleh Angkatan Laut Israel. Para relawan dan jurnalis tersebut dicegat saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 di perairan internasional menuju Gaza. Saat ini, lima orang dilaporkan telah ditangkap, sementara posisi empat WNI lainnya masih belum teridentifikasi.

Insiden penyergapan ini telah memicu kecaman internasional dari berbagai negara yang menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter. Pemerintah Indonesia terus memantau situasi dan berkoordinasi untuk memastikan keselamatan serta pemulangan seluruh WNI yang terlibat. Upaya diplomatik terus diprioritaskan agar para warga negara Indonesia tersebut segera dibebaskan.

Advertisements