
JAKARTA — PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), emiten di bawah naungan konglomerat Prajogo Pangestu, resmi mengumumkan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham. Keputusan ini merupakan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 13 Mei 2026, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi investor di tengah fluktuasi pasar.
Perusahaan menetapkan dividen sebesar Rp6,07341 per saham yang diambil dari laba bersih tahun buku 2025. Bagi para investor yang berminat, penting untuk memperhatikan jadwal pembagian dividen agar tercatat sebagai penerima manfaat.
Berdasarkan keterbukaan informasi, periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 25 Mei 2026, dengan tanggal ex dividen pada 26 Mei 2026. Sementara itu, untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 29 Mei 2026 dan ex dividen pada 2 Juni 2026. Adapun daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen (recording date) akan dilakukan pada 29 Mei 2026, dengan jadwal pembayaran tunai yang direncanakan pada 17 Juni 2026.
Kinerja finansial TPIA menunjukkan tren positif yang signifikan. Sepanjang kuartal I-2026, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$146,13 juta atau setara dengan Rp2,47 triliun. Capaian ini menjadi pembalikan keadaan yang impresif dibandingkan periode sebelumnya yang mencatatkan rugi bersih.
Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh lonjakan pendapatan yang mencapai US$2,40 miliar atau sekitar Rp40,74 triliun pada kuartal pertama 2026. Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 284,4% year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$662,09 juta.
Secara rinci, kontribusi terbesar pendapatan berasal dari penjualan komoditas ke pasar luar negeri. Penjualan energi mencatatkan angka fantastis sebesar US$1,45 miliar—sebuah segmen yang tidak memberikan kontribusi pada kuartal I-2025. Di sisi lain, penjualan kimia turut tumbuh signifikan sebesar 180,9% YoY menjadi US$548,13 juta.
Berbanding terbalik, penjualan domestik mengalami sedikit tekanan. Penjualan energi domestik terkoreksi 0,4% YoY menjadi US$2,56 juta, sementara penjualan kimia domestik turun 14,8% YoY menjadi US$338,44 juta. Namun, segmen infrastruktur domestik justru melesat 120,2% YoY menjadi US$59,29 juta, disertai dengan ekspansi ke pasar luar negeri yang membukukan pendapatan sebesar US$4,41 juta.
Di balik performa pendapatan yang kuat, perusahaan juga mencatatkan peningkatan beban operasional. Beban bahan baku, produksi, dan manufaktur melonjak 215,8% YoY menjadi US$1,87 miliar, sementara beban penyusutan dan beban penjualan masing-masing naik sebesar 239,2% dan 95,4% YoY. Meskipun beban membengkak, perusahaan diuntungkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, yang menghasilkan keuntungan kurs sebesar US$8,91 juta atau melonjak 406,3% YoY.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp6,07341 per saham berdasarkan keputusan RUPST tanggal 13 Mei 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan akan dilaksanakan pada 17 Juni 2026, dengan tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen (recording date) pada 29 Mei 2026.
Keputusan pembagian dividen ini didorong oleh kinerja keuangan perusahaan yang positif pada kuartal I-2026, di mana laba bersih mencapai US$146,13 juta. Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh lonjakan pendapatan sebesar 284,4% secara tahunan menjadi US$2,40 miliar, yang utamanya disumbang oleh peningkatan penjualan komoditas ke pasar luar negeri.