PT Astra International Tbk (ASII) kembali mengukir prestasi gemilang dengan dinobatkan sebagai salah satu dari 500 perusahaan terbaik di Asia Pasifik untuk edisi 2026, sebuah pengakuan prestisius dari TIME dan Statista. Dalam daftar bergengsi ini, Astra International berhasil menduduki peringkat ke-485, menegaskan posisinya sebagai entitas bisnis terkemuka di kawasan.
Pencapaian luar biasa ini hadir bertepatan dengan momen spesial ulang tahun ke-69 PT Astra International yang jatuh pada Februari 2026, menjadikannya kado istimewa bagi perjalanan panjang perusahaan. Penghargaan ini merefleksikan keunggulan Astra dalam berbagai aspek, mulai dari kinerja perusahaan yang solid, tingkat kepuasan karyawan yang tinggi, hingga komitmen kuat terhadap transparansi dalam operasionalnya.
Menyikapi pengakuan ini, Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, mengungkapkan harapannya pada Kamis (12/2). Beliau menyatakan, “Semoga pengakuan ini terus menguatkan semangat untuk melangkah maju dan bergerak bersama untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” sebuah optimisme yang sejalan dengan visi Astra untuk terus berkontribusi positif bagi bangsa.
Penghargaan “500 Perusahaan Terbaik di Asia Pasifik” ini didasarkan pada metodologi evaluasi komprehensif yang dikembangkan oleh TIME dan Statista, meliputi tiga aspek utama. Aspek pertama menitikberatkan pada kepuasan karyawan. Penilaian ini dilakukan melalui survei mendalam terhadap lebih dari 50.000 peserta dari berbagai perusahaan di seluruh kawasan Asia Pasifik, mencerminkan suara langsung dari para pekerja.
Kemudian, aspek kedua berfokus pada kinerja keuangan, yang dianalisis menggunakan basis data finansial ekstensif milik Statista. Untuk dapat lolos dalam daftar ini, sebuah perusahaan diwajibkan memenuhi beberapa kriteria ketat, termasuk membukukan pendapatan minimal US$100 juta per tahun pada 2024. Selain itu, perusahaan juga harus menunjukkan tren pertumbuhan positif yang konsisten serta profitabilitas yang berkelanjutan sepanjang periode 2022 hingga 2024.
Aspek ketiga yang tak kalah krusial adalah transparansi dan keberlanjutan (ESG). Penilaian ini didasarkan pada Basis Data ESG Statista yang komprehensif dan riset data mendalam. Salah satu indikator penting yang menjadi tolok ukur adalah intensitas emisi karbon perusahaan, dengan data dari 2023 dibandingkan dengan 2021 untuk melihat komitmen terhadap lingkungan.
Lebih lanjut, aspek ini juga mengevaluasi aspek sosial dan tata kelola perusahaan, seperti proporsi perempuan dalam dewan direksi serta implementasi kebijakan yang berbasis hak asasi manusia. Dari dimensi tata kelola, penilaian mencakup keberadaan laporan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan kepatuhan terhadap pedoman anti-korupsi, menunjukkan komitmen terhadap etika bisnis dan keberlanjutan secara menyeluruh.
Di antara deretan perusahaan elit tersebut, DBS Bank dari Singapura berhasil menempati posisi puncak sebagai perusahaan dengan peringkat tertinggi secara keseluruhan. Sementara itu, BCA mengukuhkan diri sebagai perusahaan Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam daftar ini, menduduki posisi ke-184, menunjukkan dominasi perbankan di Asia Pasifik.