Soul Community JaBoDeTaBek kembali menghadirkan pengalaman literasi yang mendalam melalui penyelenggaraan diskusi buku “Soul Reflection” pada Sabtu (25/4) di Perpustakaan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan. Acara ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan sebuah buku yang telah menginspirasi banyak pembaca selama 11 tahun terakhir.
Diskusi interaktif tersebut menghadirkan Redemptus Suhartono, sosok penting di balik penerbitan “Soul Reflection”. Sebagai mantan General Manager penerbit Bhuana Ilmu Populer (BIP), anak usaha Grup Penerbitan Buku Gramedia, serta editor utama buku tersebut, Suhartono membagikan wawasan berharga. Ia mengupas tuntas proses kelahiran buku ini, mulai dari tahapan penerbitan yang kompleks, bagaimana ia meraih status buku best seller, hingga prestasinya menembus panggung internasional di Frankfurt Book Fair.
Para peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak untuk merasakan langsung “keajaiban” buku “Soul Reflection”. Mereka dipandu untuk menenangkan batin, menyelaraskan hati dan pikiran, sebelum kemudian membuka halaman buku secara acak. Metode unik ini dirancang untuk membiarkan setiap pembaca menemukan pesan yang paling relevan dengan kondisi atau pergulatan hidup mereka.
Salah satu peserta, Tia dari Bogor, mendapatkan halaman bertuliskan “Sabar Tidak Ada Batasnya”. Ia mengungkapkan bahwa pesan tersebut sangat sesuai dengan apa yang sedang dialaminya, terutama dalam konteks mendidik anak. “Dari yang tadi dibaca ternyata ada hubungannya juga dengan saya, terutama tentang mendidik anak,” ujar Tia, yang kemudian bertekad untuk mempraktikkan nasihat itu dalam kehidupannya sehari-hari. Pengalaman personal semacam inilah yang membuat “Soul Reflection” kerap dijuluki sebagai “Buku Ajaib” oleh para pembacanya.
Julukan “Buku Ajaib” tidak hanya lahir dari kedalaman pesannya, tetapi juga dari capaian luar biasa dalam dunia penerbitan. Buku ini berhasil meraih predikat buku best seller hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah cetakan pertamanya rilis pada Februari 2015, dan kini telah mencapai cetakan ke-11. “Soul Reflection” sendiri merupakan sebuah buku acak yang berisi rangkaian perenungan diri dari berbagai kejadian dalam kehidupan. Melalui karya ini, Arsaningsih sebagai penulis, mengajak pembaca untuk melakukan proses perbaikan diri, mengisi hati dengan cinta dan kedamaian melalui pemahaman yang mendalam terhadap esensi diri.