Laba emiten grup Djarum TOWR dan SUPR kompak naik, salah satunya mau go private

Dua emiten telekomunikasi yang berada di bawah Grup Djarum membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Dua perusahaan tersebut adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR).

Advertisements

Kedua emiten ini menjadi bagian dari bisnis keluarga Hartono. Berdasarkan komposisi pemegang saham, PT Sapta Adhikari Investama menggenggam 45,28% saham TOWR atau setara 26,76 miliar saham. Sementara itu, publik memiliki 32,57% atau sekitar 19,25 miliar saham. Adapun pemilik manfaat akhir TOWR adalah Martin Basuki Hartono dan Victor Rahmat Hartono. Keduanya putra dari Robert Budi Hartono.

Lalu di SUPR, mayoritas saham atau 97,33% dimiliki oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia. Sisanya, 2,59% dimiliki oleh PT Iforte Solusi Infotek yang merupakan anak usaha TOWR. Porsi saham yang beredar di publik (free float) sangat kecil, hanya 0,09%. Martin dan Victor juga tercatat sebagai pemilik manfaat akhir SUPR.

Di sisi lain, SUPR berencana angkat kaki dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan telah mengumumkan rencana tender sukarela dengan harga Rp 45.000 per saham, lebih tinggi dibandingkan harga terakhir sebelum sahamnya disuspensi di level Rp 43.850.

Advertisements

Baca juga:

  • BEI Ungkap Faktor di Balik 9 Emiten Masuk List Saham Terkonsentrasi, Ada Apa?
  • Studi Celios: Kekayaaan 50 Orang Paling Tajir di RI Setara 55 Juta Penduduk
  • IHSG Terkoreksi ke 7.544, Saham Transportasi GIAA, IMJS, TMAS Malah Melaju

Langkah go private dan delisting ini diambil karena SUPR tidak mampu memenuhi ketentuan batas minimal free float sebesar 15% yang ditetapkan otoritas pasar modal. “Perseroan memutuskan untuk mengajukan rencana go private dan delisting,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (8/4).

Dari sisi kinerja keuangan, kedua emiten menunjukkan pertumbuhan. TOWR membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,67 triliun pada 2025, naik 9,55% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 3,35 triliun.

Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai Rp 13,32 triliun, meningkat dari Rp 12,73 triliun secara tahunan atau year on year (YoY). Pendapatan ini didominasi oleh segmen sewa kepada pihak ketiga sebesar Rp 11,67 triliun, serta jasa dan lainnya Rp 1,48 triliun. Selain itu, terdapat kontribusi dari pihak berelasi berupa pendapatan sewa Rp 3,13 miliar dan jasa lainnya Rp 170 miliar.

Seiring dengan peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan TOWR juga naik menjadi Rp 4,18 triliun dari Rp 3,99 triliun secara tahunan. Beban penjualan dan pemasaran tercatat meningkat menjadi Rp 328,89 miliar dari Rp 312,84 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 913,43 miliar dari Rp 824,23 miliar, sementara beban lain-lain meningkat menjadi Rp 399,49 miliar dari Rp 336,49 miliar.

Kendati demikian, total aset perseroan tercatat turun tipis dari Rp 77,82 triliun menjadi Rp 77,26 triliun secara tahunan.

Sementara itu SUPR membukukan kenaikan laba bersih menjadi Rp 1,32 triliun dari Rp 974,31 miliar pada 2024. Perseroan membukukan pendapatan senilai Rp 1,91 triliun naik dari Rp 1,81 triliun secara tahunan.

Pendapatan tersebut diperoleh dari pelanggan perseroan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) sebesar Rp 886,26 miliar, PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar Rp 673,06 miliar, dan PT Telekomunikasi Selular sebesar Rp 343,07 miliar.

Perusahaan juga mencatatkan kenaikan jumlah aset menjadi Rp 10,15 triliun dari Rp 9,8 triliun. Sementara itu jumlah liabilitas dan ekuitas perseroan tercatat menjadi Rp 10,15 triliund ari Rp 9,8 triliun.   

Advertisements