Astra International (ASII) bakal buyback saham Rp8 triliun
Astra International (ASII) berencana melakukan buyback saham dengan mengalokasikan dana sekitar Rp8 triliun selama 12 bulan ke depan.
Astra International (ASII) berencana melakukan buyback saham dengan mengalokasikan dana sekitar Rp8 triliun selama 12 bulan ke depan.
Astra International (ASII) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan menyiapkan dana Rp2 triliun.
Astra International (ASII) mengusulkan dividen final 2025 sebesar Rp292 per saham, turun dari tahun sebelumnya. Laba bersih 2025 turun 3,34% YoY.
Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.
Astra International (ASII) akan melakukan buyback saham senilai Rp2 triliun untuk meningkatkan nilai pemegang saham, menggunakan dana internal tanpa dampak negatif pada kinerja keuangan. Aksi ini berlangsung 19 Januari-25 Februari 2026.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham FILM, BUMI, dan AMRT menjadi top leaders, dengan FILM naik 32,20% menyumbang 23,49 poin.
PT Saka Industrial Arjaya, entitas Astra, menggelar tender wajib saham MMLP dengan harga Rp580,60 per lembar, berlangsung 25 Nov 2025-24 Des 2025.
Astra (ASII) rutin membagikan dividen interim kepada pemegang sahamnya. ASII pun telah membagikan dividen interim tahun buku 2024 senilai Rp3,96 triliun.
Grup Astra merancang strategi baru yang memicu kenaikan saham seperti ASII dan AALI. JP Morgan memproyeksikan peningkatan dividen dan arus kas Astra.
Saham Grup Astra naik, didorong strategi baru untuk tingkatkan imbal hasil. JP Morgan proyeksikan dividen ASII naik, target harga Rp6.250.