Lo Kheng Hong Borong 19,9 Juta Saham Emiten Sawit Grup Salim SIMP
Lo Kheng Hong membeli 19,9 juta saham SIMP seharga Rp600 per saham, meningkatkan kepemilikannya menjadi 5,11%. Investasi ini menambah portofolio sawitnya.
Lo Kheng Hong membeli 19,9 juta saham SIMP seharga Rp600 per saham, meningkatkan kepemilikannya menjadi 5,11%. Investasi ini menambah portofolio sawitnya.
Saham TPIA, ADES, dan GZCO naik setelah promosi ke Papan Utama BEI, menunjukkan kenaikan harga signifikan pada perdagangan 29 Mei 2026.
Perusahaan terbuka agresif buyback saham untuk stabilkan harga dan tunjukkan kepercayaan diri di tengah pasar bergejolak akibat isu geopolitik dan harga minyak.
IHSG berpotensi rebound karena de-eskalasi perang Iran. Cermati saham EXCL, INCO, dan lainnya. Investor fokus pada data ekonomi dan kebijakan pemerintah.
IHSG dibuka naik 0,80% ke 7.148 pada 31 Maret 2026, didorong oleh saham BBCA, BREN, dan TLKM. Saham sektor energi menguat, sementara sektor keuangan melemah.
Sejumlah emiten akan menggelar RUPS pada April, membuka peluang berburu saham dengan dividend yield tinggi. BBCA dinilai menarik dengan yield 4,15%.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,87% ke 551,41 pada 25 Februari 2026, dipimpin saham INCO, NCKL, dan ADMR. Sebanyak 23 dari 27 saham menguat.
Outlook negatif Moody’s untuk Indonesia menekan minat IPO dan rights issue, meningkatkan risiko pasar modal dan biaya pendanaan. IHSG sulit kembali ke level 9.000.
Hashim Djojohadikusumo memperingatkan anomali PE ratio saham di Indonesia yang mencapai ribuan kali sebagai red flag, menekankan pentingnya transparansi pasar modal.
IHSG turun tajam, investor pemula disarankan tetap tenang dan memahami tujuan investasi. Trading halt BEI bertujuan mencegah keputusan emosional.