Gelombang demonstrasi beberapa hari terakhir telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap iklim investasi di Indonesia. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas guna memulihkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing.
Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi, dan Lingkungan, Bobby Gafur Umar, menyatakan keprihatinan mendalam atas aksi demonstrasi yang meluas dan berujung pada kerusakan fasilitas publik. Peristiwa ini, menurut Bobby, telah menciptakan persepsi negatif mengenai risiko investasi dan kepastian hukum di Indonesia. “Ini sangat berbahaya, terutama terkait risiko investasi dan kepastian hukum,” tegas Bobby kepada Katadata.co.id pada Minggu (31/8). Ia menekankan bahwa dua faktor tersebut merupakan pilar utama iklim investasi yang kondusif.
Indonesia, dengan potensi pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada 2029, seharusnya mampu menarik investasi besar-besaran. Tren positif investasi dalam dua hingga tiga tahun terakhir menjadi modal berharga. Namun, stabilitas politik dan keamanan yang terganggu akibat demonstrasi dapat menghambat peluang emas ini. “Kalau pemerintah gagal menjaga kondusivitas, investor bisa berpikir ulang menanamkan modalnya di Indonesia,” ujar Bobby.
Lebih lanjut, Bobby menyoroti lemahnya penegakan hukum dalam menangani penjarahan rumah pejabat publik yang ramai diperbincangkan di media sosial. Kerugian akibat kerusuhan dan penjarahan, meskipun belum dapat dihitung secara pasti, diperkirakan sangat besar. “Pemerintah harus segera mengambil langkah cepat dan tegas,” desaknya.
Senada dengan Kadin, Ekonom dan Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menilai dampak serius kerusuhan terhadap perekonomian nasional. Kerusakan fasilitas publik dan aksi penjarahan berskala besar telah menimbulkan kerugian signifikan yang bersifat destruktif. Nilai kerugian yang tepat masih belum dapat dipastikan, namun dampaknya terhadap stabilitas politik dan sosial, serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, sangat signifikan. Kerugian tidak hanya mencakup rumah pejabat publik yang dijarah, seperti milik Ahmad Sahroni, Uyakuya, dan Eko Patrio, tetapi juga kerusakan fasilitas umum dan gedung DPR.
Faisal menekankan pentingnya langkah korektif konkret dari pemerintah untuk meredakan keresahan masyarakat. Kegagalan merespons dengan serius berpotensi memperpanjang kerusuhan dan memperdalam krisis. “Yang dibutuhkan sekarang adalah langkah korektif nyata. Pernyataan dari pemerintah dan aparat juga harus menenangkan, bukan menantang atau provokatif,” tegas Faisal. Ia menambahkan bahwa penyelesaian masalah harus dilakukan dengan kepala dingin dan pendekatan yang mampu meredakan ketegangan, demi mencegah meluasnya potensi kerugian.
Ringkasan
Kerusuhan nasional yang terjadi telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap iklim investasi di Indonesia. Kadin mendesak pemerintah untuk segera bertindak tegas guna memulihkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, karena aksi demonstrasi dan kerusakan fasilitas publik telah menciptakan persepsi negatif terhadap risiko investasi dan kepastian hukum.
Ekonom CORE Indonesia juga menilai dampak kerusuhan sangat serius terhadap perekonomian nasional, menimbulkan kerugian signifikan yang bersifat destruktif, terutama karena kerusakan fasilitas publik dan penjarahan. Pemerintah perlu mengambil langkah korektif nyata dan menenangkan untuk meredakan keresahan masyarakat serta mencegah meluasnya kerugian dan potensi krisis yang lebih dalam.