IHSG Tembus ATH 8.318 Usai Rilis Data Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04% Kuartal III/2025
IHSG mencapai rekor tertinggi 8.318 setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia Q3 2025 diumumkan 5,04%, didukung saham BRMS, COIN, dan GOTO yang menguat.
IHSG mencapai rekor tertinggi 8.318 setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia Q3 2025 diumumkan 5,04%, didukung saham BRMS, COIN, dan GOTO yang menguat.
IHSG diramal bergerak mixed di rentang 8.150–8.350 pada Rabu (5/11/2025) setelah ditutup melemah akibat aksi profit taking dan tekanan dari bursa regional.
Investor asing membeli saham di BEI senilai Rp12,8 triliun pada Oktober 2025, menunjukkan kepercayaan pada ekonomi Indonesia. Arus masuk ini tertinggi dalam setahun.
IHSG diproyeksi uji level 8.000 pada 29/10/2025, saham MYOR, LSIP, dan MBMA jadi pilihan. Koreksi harga komoditas dan saham blue chips membebani indeks.
BEI menyebut indeks LQ45 turun karena sahamnya belum jadi penggerak IHSG, sementara IHSG naik 14,30% YTD.
IHSG mengalami kenaikan selama sepekan perdagangan sebesar 4,50% ke level 8.271,72 dengan kapitalisasi pasar Bursa meningkat menjadi Rp15.234 triliun.
IHSG cetak rekor baru di 8.312,57, didorong saham perbankan dan milik Prajogo. Saham ASII, BBNI, BMRI, BBRI, dan BREN berkontribusi signifikan.
IHSG berpotensi melanjutkan penguatan ke level 8.122–8.195 pada perdagangan Selasa (21/10/2025). Saham BBCA, CDIA, MIDI, dan TAPG jadi rekomendasi analis.
IHSG menguat 2,19% ke 8.088,98 pada 20/10/2025, didorong saham bank besar seperti BBCA dan BBRI. Volume transaksi mencapai Rp22,75 triliun.
IHSG tembus 8.000, tertinggi sepanjang sejarah, di luar dugaan Prabowo. Ini mencerminkan kepercayaan investor, namun fokus tetap pada ekonomi nasional.