Suntikan Rp200 Triliun! IHSG Naik atau Turun?
Menkeu Purbaya alirkan Rp200 triliun ke perbankan, diprediksi dorong IHSG uji resistance 7.700. Saham bank besar menguat, sentimen positif pasar.
Menkeu Purbaya alirkan Rp200 triliun ke perbankan, diprediksi dorong IHSG uji resistance 7.700. Saham bank besar menguat, sentimen positif pasar.
IHSG ditutup menguat 0,92% ke 7.699, didorong saham PANI, BBCA, dan TLKM.
IHSG diproyeksi lanjut koreksi pada Selasa (9/9/2025) setelah melemah 1,28% ke level 7.766,85 akibat kekhawatiran pasar terhadap reshuffle kabinet.
Investor asing menjual saham BBCA senilai Rp4,29 triliun dalam sepekan akibat September Effect, yang dikenal memicu volatilitas pasar saham.
Investor asing Babaumma sell Rp4,18 triliun pada 1-4 September 2025, menekan saham big cap dan menambah volatilitas IHSG di tengah September Effect.
Sepanjang 2025, asing jual bersih BBCA Rp23,3 triliun & BMRI Rp13,2 triliun Namun, potensi inflow asing diprediksi kembali menopang kinerja duo bank jumbo ini.
Asing mulai meredam aksi jual pada awal September 2025 seiring kondisi politik lebih kondusif yang membuka ruang bagi masuknya kembali aliran dana ke pasar.
IHSG menguat 0,85% meski dana asing keluar, dengan BBCA dan BMRI Babaumma sell tinggi akibat instabilitas politik dan faktor global.
IHSG anjlok 2,7% akibat sentimen negatif aksi demo, investor menanti stabilitas politik sebagai katalis agar pasar saham dapat rebound.
IHSG pulih didukung surplus dagang RI US$4,2 miliar dan PMI manufaktur ekspansif 51,5. Kondisi politik kondusif turut mendorong perbaikan indeks.