IHSG berpeluang rebound terbatas, pasar cermati efek tenggat waktu Trump ke Iran
IHSG berpotensi rebound terbatas ke 7.020-7.050, dipengaruhi ketegangan AS-Iran. Investor waspada jika gagal tembus 7.050, rentan koreksi.
IHSG berpotensi rebound terbatas ke 7.020-7.050, dipengaruhi ketegangan AS-Iran. Investor waspada jika gagal tembus 7.050, rentan koreksi.
IHSG diprediksi tertekan, cermati saham BKSL, BRPT, ITMG, dan TKIM untuk peluang beli dengan strategi “spec buy” dan “buy on weakness”.
IHSG tertekan akibat aturan baru, pelaku pasar minta BEI terapkan reformasi bertahap untuk mengurangi aksi jual asing dan menjaga stabilitas pasar.
Meski IHSG turun, BEI melihat ini sebagai peluang akumulasi jangka pendek karena reformasi transparansi pasar modal diharapkan meningkatkan daya tarik global.
IHSG berpotensi rebound ke 7.150-7.200 pekan ini, meski tekanan jual dan sentimen global masih membayangi. Saham JPFA, TAPG, dan MBMA jadi rekomendasi BRI Danareksa.
IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.
Saham BREN dan BYAN menjadi penekan utama IHSG dengan koreksi masing-masing 13,12% dan 13,59%, menekan indeks sebesar 26,78 dan 26,67 poin.
IHSG turun 0,99% ke 7.026,78 dan kapitalisasi pasar turun 1,69% jadi Rp12.305 triliun.
IHSG dibuka melemah 0,45% ke 7.153, tertekan saham BREN dan INCO. Sentimen global dan domestik mempengaruhi, sementara aturan free float BEI diperbarui.
IHSG dibuka naik 0,80% ke 7.148 pada 31 Maret 2026, didorong oleh saham BBCA, BREN, dan TLKM. Saham sektor energi menguat, sementara sektor keuangan melemah.