IHSG potensi rebound, investor bisa tambah koleksi saham harga diskon
IHSG diprediksi rebound setelah menyentuh titik bottom, menawarkan peluang bagi investor untuk menambah koleksi saham berkualitas dengan harga murah.
IHSG diprediksi rebound setelah menyentuh titik bottom, menawarkan peluang bagi investor untuk menambah koleksi saham berkualitas dengan harga murah.
IHSG diprediksi bergerak terbatas di level 7.000-7.200 pekan depan, dengan fokus pada data ekonomi penting. Saham MEDC, ENRG, PTRO, ANTM, dan CUAN menarik dicermati.
IHSG turun 1,89% akibat aksi profit taking dan ketidakpastian negosiasi AS-Iran. Saham berkapitalisasi besar melemah, sementara transaksi meningkat.
IHSG berpotensi uji level 7.200 usai libur Lebaran. Saham pilihan: BBYB, EXCL, MBMA, HRTA. Rekomendasi buy on weakness untuk perdagangan 25 Maret 2026.
IHSG turun 17,81% di Q1 2026. Analis sarankan beli saham diskon dan dividen tinggi, fokus pada diversifikasi dan strategi value investing.
IHSG turun 1,61% ke 7.022,28 pada 16 Maret 2026, dipicu penurunan saham big caps seperti AMMN, DSSA, dan BREN. Market cap mencapai Rp12.439 triliun.
IHSG berpotensi rebound ke 9.000 pada akhir 2026 jika ketegangan geopolitik mereda, kebijakan fiskal stabil, dan reformasi pasar diterima positif oleh MSCI.
IHSG turun 13,95% sejak awal tahun, terburuk di Asia Tenggara. Ini bisa jadi peluang beli saham berfundamental kuat saat valuasi menarik.
IHSG terpuruk akibat lonjakan harga minyak dan tensi geopolitik AS-Israel-Iran. Saham migas berpotensi naik, sementara pasar tertekan sentimen global.
IHSG tertekan akibat sentimen negatif AS, investor ritel disarankan berhati-hati menghadapi volatilitas pasar dan mempertimbangkan strategi wait and see.