IHSG Terguncang, Saham Logam Mulia ANTM, BRMS & EMAS Naik jadi Top Leaders
IHSG turun 1,6% akibat konflik AS-Iran, sementara saham ANTM, BRMS, dan EMAS naik. Investor diimbau tetap tenang dan fokus pada analisis fundamental.
IHSG turun 1,6% akibat konflik AS-Iran, sementara saham ANTM, BRMS, dan EMAS naik. Investor diimbau tetap tenang dan fokus pada analisis fundamental.
Saham BNBR dan MEGA bersinar berkat aksi korporasi, dengan BNBR naik 76,86% dan MEGA naik 40,28% dalam sepekan. Aksi ini melibatkan rights issue dan pembagian saham bonus.
IHSG diprediksi uji support 8.230-8.150, saham ADMR, AHAP, PADI direkomendasikan. Pasar wait and see jelang perundingan AS-Iran.
IHSG diprediksi reli setelah Mahkamah Agung AS anulir tarif Trump, memberi sentimen positif jangka pendek dan panjang. Investor disarankan cermati sektor potensial.
IHSG diperkirakan bergerak terkonsolidasi pekan depan, dengan sejumlah saham seperti MYOR, ELSA, hingga SMBR menjadi pilihan.
IHSG ditutup melemah, pasar menanti langkah konkret BEI dan OJK dalam reformasi pasar modal untuk memulihkan kepercayaan investor dan mendorong rebound.
IHSG sesi I terkoreksi 0,16% ke 8.261,15, saham konglomerat melemah. Bank Indonesia tahan suku bunga, RI-AS teken kesepakatan US$38,4 miliar.
Performa indeks BUMN mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun berjalan, kontras dengan laju IHSG yang masih tertahan di zona merah.
IHSG turun 0,64% ke 8,212 jelang libur Imlek, dipengaruhi saham BBCA, TLKM, dan BREN. Pasar Asia melemah, investor berhati-hati, Rupiah juga melemah.
Outlook negatif Moody’s untuk Indonesia menekan minat IPO dan rights issue, meningkatkan risiko pasar modal dan biaya pendanaan. IHSG sulit kembali ke level 9.000.