Langsung ke isi
  • Hubungi Kami
  • Term Of Service
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang kami
Babaumma
  • About
  • Term Of Service
  • Redaksi
  • Hubungi Kami

indeks harga saham gabungan

Saham pilihan BNI Sekuritas saat IHSG hari ini (31/3) berpotensi menguat terbatas

IHSG diprediksi menguat terbatas di tengah tekanan global. BNI Sekuritas merekomendasikan saham INCO, ENRG, BIPI, RATU, RAJA, dan BULL.

Saham PTBA, ADRO, hingga BUMI dorong Indeks Bisnis-27 dibuka menguat

Indeks Bisnis-27 dibuka menguat di level 553,87 pada 3 Maret 2026, didorong saham PTBA, ADRO, dan BUMI. IHSG juga menguat ke level 8.059.

Indeks Bisnis-27 ditutup menguat terdorong saham ADMR, MYOR, INCO & BUMI

Indeks Bisnis-27 naik 0,33% didorong saham ADMR, MYOR, INCO, dan BUMI, meski IHSG turun 0,46% pada 23 Januari 2026.

Purbaya soal wacana demutualisasi BEI: Bereskan dulu ‘tukang goreng’ saham

Menteri Keuangan Purbaya menekankan pentingnya membersihkan praktik manipulasi saham sebelum demutualisasi BEI.

Saham perbankan tertinggal di tengah penurunan suku bunga, peluang reversal menguat

Saham perbankan melemah meski suku bunga turun, namun ada peluang reversal di 2026. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI turun, sementara BBNI naik tipis.

Prospek obligasi korporasi dan saham, mana yang lebih manis di 2026?

Permintaan pasar terhadap obligasi korporasi diproyeksikan akan cenderung positif pada tahun mendatang.

Waspada jalan IHSG menuju 9.000 dibayangi arah kebijakan moneter The Fed

IHSG berpotensi tembus 9.000 akhir 2025, namun dibayangi kebijakan The Fed. Investor disarankan buy on weakness pada saham fundamental kuat.

Deretan saham orang terkaya Indonesia masih kompak gendong IHSG jelang keputusan The Fed

Saham konglomerat Indonesia mendukung IHSG naik 22,90% di 2025, jelang keputusan The Fed. DSSA, DCII, dan BRPT memimpin kenaikan saham.

IHSG Cetak Rekor! Reksa Dana Saham Auto Cuan?

IHSG tembus rekor ATH baru ke level 8.640, mendorong kinerja reksa dana saham yang unggul dibandingkan reksa dana pendapatan tetap dan campuran.

Nilai Aset Reksa Dana Saham Turun, Apa Penyebabnya?

Nilai aset reksa dana saham turun 20,07% yoy di Agustus 2025 meski IHSG naik 10,6%. Penurunan dipicu turunnya indeks LQ45 dan pergeseran investasi.

Pos-pos terdahulu
Halaman1 Halaman2 Selanjutnya →

Terbaru

  • Pererat silaturahmi, warga Kurai V Jorong Bukittinggi gelar halal bi halal
  • Dua kapal Pertamina belum bisa lintasi Selat Hormuz
  • Harga tiga BBM nonsubsidi Pertamina naik lebih dari 50%, mengapa Pertamax tetap?
  • Harga LPG 12 kg naik hampir 20% jadi Rp 228 ribu per tabung
  • Asing net sell Rp 2,7 T pekan ini, lepas saham BBCA hingga BUMI
  • 16 perusahaan antre IPO di BEI, didominasi aset besar di atas Rp 250 M
  • Gunung Semeru kembali erupsi, muntahkan awan panas guguran sejauh 4 km
  • Di Pertemuan IMF, Gubernur BI dan Menkeu Purbaya Komitmen Jaga Inflasi hingga Defisit APBN
  • Kronologi kasus deposito palsu dana jemaat gereja Aek Nabara Rp 28 M
  • Dunia kehilangan produksi minyak Rp 860 T akibat perang, efeknya bertahun-tahun
2026 © Copyright Babaumma.com