Eks Gubernur BI Bocorkan Tentang Rencana Bikin UU Sistem Perekonomian
Eks Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah, ungkap rencana UU sistem ekonomi Indonesia, didukung Prasasti Center dan Kementerian PPN/Bappenas, selesai tahun ini.
Eks Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah, ungkap rencana UU sistem ekonomi Indonesia, didukung Prasasti Center dan Kementerian PPN/Bappenas, selesai tahun ini.
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai perlunya pembentukan lembaga khusus, otoritas tersendiri, atau bahkan kementerian khusus menangani isu transisi energi, krisis iklim, hingga ekonomi karbon.
Sepanjang 2025, ekonomi Indonesia menunjukkan stabilitas makro yang konsisten. Disiplin fiskal, kredibilitas kebijakan, dan arus investasi memperkuat daya tarik Indonesia di mata investor global.
Negosiasi tarif Indonesia-Amerika Serikat menunjukkan kemajuan penting. Kesepakatan prinsip menurunkan tarif dinilai mampu menekan risiko kebijakan ekstrem, meski proses legal masih berjalan.
January Effect 2026 berpotensi terbatas akibat risiko global dan domestik, meski peluang penguatan IHSG ada.
Pemerintah percepat pembersihan ratusan sekolah terdampak bencana di Sumatera agar pembelajaran kembali dimulai awal Januari. Tenda darurat disiapkan sebagai kelas sementara bagi sekolah rusak berat.
Angkasa Pura jadi pemegang saham GMFI usai inbreng lahan Rp5,66 triliun, memperkuat struktur modal dan ekosistem aviasi nasional.
Bank Indonesia fokus pada kebijakan pro-pertumbuhan di 2025, menurunkan BI Rate 125 bps, namun Rupiah melemah hingga 16.700 per USD, dan arus modal asing keluar Rp131,38 triliun.
Pasar saham Indonesia berpotensi mengalami January Effect 2026, meski relevansinya dipertanyakan. Fokus pada saham small-cap dan mid-cap untuk peluang.
IHSG ditutup menguat 1,25% ke level 8.644,26 dengan nilai transaksi mencapai Rp22,46 triliun dan volume 38,96 miliar lembar. Saham DEWA, ANTM & BULL kinclong.